K-Pop Menyampaikan Pesan untuk Melindungi Bumi

Latest

- Advertisement -spot_img

K-Pop telah berkembang melampaui fenomena musik dan budaya populer global. Sejumlah lagu dan inisiatif K-Pop juga membawa pesan tentang perlindungan lingkungan, perubahan iklim, dan pentingnya menjaga bumi. Tren ini menunjukkan bagaimana budaya populer dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.

​Isu tersebut dibahas dalam peluncuran dan diskusi buku Bagaimana K-Pop Menguasai Dunia? karya Jungkiu Choi, di Toko Buku Kinokuniya, Grand Indonesia, Jakarta, pada hari Minggu (27 Sept 2026). Diskusi ini menghadirkan Choi dan Zaini MA, seorang dosen Bahasa dan Kebudayaan Korea di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Diterbitkan oleh Palmerah Syndicate, buku ini mengulas K-Pop tidak hanya dari sisi musik, tetapi juga berfokus pada strategi, manajemen, teknologi, bisnis, komunitas penggemar, hingga ekosistem industri kreatif yang lebih luas.

​Salah satu contoh K-Pop yang mengangkat isu lingkungan adalah MAISON, lagu dari Dreamcatcher yang dirilis pada tahun 2022. Lagu beserta konsep visualnya membahas kerusakan lingkungan dan menyerukan kepedulian yang lebih besar terhadap bumi. Contoh lainnya adalah The Planet dari BTS, yang dirilis pada tahun 2023 sebagai bagian dari lagu tema serial animasi Bastions. Lagu tersebut membawa pesan tentang perlindungan Bumi. Karya-karya semacam ini membuktikan bagaimana musik populer dapat memperkenalkan isu-isu lingkungan kepada khalayak yang lebih luas melalui musik, penceritaan (storytelling), dan media visual.

​Choi menyampaikan bahwa kekuatan K-Pop terletak pada kemampuannya menghubungkan artis, perusahaan hiburan, teknologi, media digital, dan komunitas penggemar dalam sebuah ekosistem yang luas. Dengan jutaan penggemar di berbagai negara, komunitas-komunitas ini juga dapat menjadi saluran untuk menyebarkan pesan-pesan sosial dan mendukung kegiatan kolektif. Dalam konteks lingkungan, pesan yang disampaikan melalui musik dan artis populer dapat menjangkau audiens yang lebih luas ketika digaungkan oleh komunitas penggemar yang sangat aktif.

​Zaini mengungkapkan bahwa perkembangan industri budaya Korea Selatan menunjukkan bahwa budaya tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi identitas nasional, tetapi juga sebagai sumber nilai sosial dan ekonomi. Bagi Indonesia, menurutnya, pengalaman ini dapat memberikan pelajaran yang berguna.

​Warisan budaya Indonesia yang kaya — mulai dari musik, tari, dan sastra, hingga film, seni tradisional, serta tradisi lokal — juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan-pesan publik, termasuk yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan. Tantangannya adalah membangun ekosistem yang menyatukan kreativitas, teknologi, industri, komunitas, dan dukungan kelembagaan, sehingga budaya dapat menjadi lebih dari sekadar hiburan dan berpotensi mendorong kesadaran serta aksi nyata masyarakat yang lebih luas.

- Advertisement -spot_img

More Articles