Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pengelolaan taman nasional laut melalui pemanfaatan data dan riset ilmiah sebagai dasar penyusunan kebijakan konservasi. Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan organisasi riset nirlaba global OceanX di Jakarta, Rabu (22/7/2026), sebagai langkah memperkuat perlindungan kawasan konservasi perairan Indonesia.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan basis data ilmiah, pemetaan bawah laut, inventarisasi keanekaragaman hayati, hingga pelaksanaan ekspedisi riset untuk mendukung pengelolaan kawasan konservasi laut secara berkelanjutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia memiliki kawasan konservasi laut yang memiliki nilai ekologis tinggi, termasuk Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Wakatobi. Karena itu, pengelolaan kawasan tersebut memerlukan dukungan data ilmiah yang akurat agar kebijakan konservasi dapat disusun secara tepat.
“Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati,” ujar Raja Juli Antoni.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Kehutanan juga menegaskan bahwa seluruh bentuk kerja sama penelitian harus tetap mengedepankan prinsip kedaulatan negara. Pemerintah memastikan pengelolaan program, pengawasan kegiatan, serta pemanfaatan hasil penelitian tetap berada di bawah kendali Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Co-Chief Executive Officer sekaligus Chief Science Officer OceanX, Vincent Pieribone, menyatakan organisasinya siap mendukung program prioritas Kementerian Kehutanan melalui pemanfaatan kapal riset dan teknologi kelautan yang dimiliki.
Dukungan tersebut meliputi pemetaan dasar laut, survei megafauna, analisis environmental DNA (eDNA), hingga eksplorasi laut dalam untuk memperkaya informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem kawasan konservasi.
Seluruh kegiatan riset nantinya akan dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Kehutanan bersama kementerian dan lembaga terkait dengan melibatkan peneliti Indonesia. Pemerintah juga menegaskan bahwa seluruh data, sampel, serta informasi ilmiah yang dihasilkan dari kolaborasi tersebut menjadi milik Pemerintah Indonesia.
Selain mendukung pengumpulan data ilmiah, kerja sama itu juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan bagi pengelola taman nasional serta tim teknis di lapangan. Kedua pihak juga membuka peluang kolaborasi dalam publikasi ilmiah dan produksi dokumentasi untuk memperkenalkan kekayaan ekosistem laut Indonesia kepada masyarakat internasional.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kehutanan dan OceanX saat ini tengah menyusun nota kesepahaman (MoU) beserta rincian teknis pelaksanaan ekspedisi bersama yang direncanakan berlangsung di sejumlah taman nasional laut pada akhir tahun ini.
***



