Mahasiswa UTU Tanam Mangrove di Aceh Barat, Perkuat Perlindungan Pesisir dari Abrasi

Latest

- Advertisement -spot_img

Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) bersama masyarakat dan pemangku kepentingan setempat melakukan penanaman mangrove di kawasan Pantai Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Kesehatan UTU tersebut bertujuan memperkuat perlindungan wilayah pesisir dari abrasi, memulihkan ekosistem pantai, serta mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program UTU Berdampak.

Sebelum melakukan penanaman, mahasiswa menggelar sosialisasi di Balai Desa Kuala Bubon untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pelestarian mangrove. Kegiatan tersebut dibuka oleh Dosen Pendamping UTU, Dr. Kiswanto, M.Si., dan dihadiri Ketua Tuha Peut sekaligus Panglima Laot Kecamatan Samatiga, Saifulami, bersama warga, aparatur desa, akademisi, dan pegiat lingkungan.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memaparkan teknik pemilihan bibit yang sesuai, metode penanaman di kawasan pesisir, serta manfaat ekologis mangrove. Selain berfungsi menahan abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota pesisir serta berperan dalam menyerap karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.

Usai sosialisasi, peserta bergerak ke kawasan pesisir untuk menanam bibit mangrove secara bersama-sama. Nelayan dan warga setempat turut terlibat langsung dalam proses penanaman di area pasang surut yang menjadi sasaran rehabilitasi.

Panglima Laot Kecamatan Samatiga, Saifulami, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan mahasiswa UTU dan berharap upaya tersebut mendapat dukungan berkelanjutan dari masyarakat.

“Masyarakat lokal diharapkan berperan sebagai penjaga kelestarian, memantau pertumbuhan bibit, dan mencegah alih fungsi lahan mangrove,” ujarnya.

Program yang dijalankan melalui Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UTU tersebut dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir. Selain memperbaiki kondisi lingkungan, kawasan mangrove yang tumbuh baik juga berpotensi dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang mampu mendukung perekonomian warga.

Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UTU, Telsa Amanda, menyatakan kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Aksi penanaman mangrove ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim dan Tujuan 14 mengenai pelestarian ekosistem laut. Melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, masyarakat, dan komunitas lingkungan, program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Aceh Barat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles