20 April 2026, kediaman Duta Besar RI di 2700 Tilden Street, Washington, DC, AS, menjadi saksi pertemuan hangat yang penuh inspirasi, ketika Dr. Nining Sri Astuti, isteri Dubes RI untuk Amerika Serikat, menggelar Diplomatic Spouse Book Club. Acara istimewa ini menghadirkan diskusi seru tentang novel legendaris Indonesia, Laskar Pelangi, atau “The Rainbow Troops”, karya Andrea Hirata.
Novel yang terbit perdana tahun 2005 dan sudah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa ini, berhasil mencuri perhatian para istri diplomat dari berbagai penjuru dunia. Kisah mengharukan tentang sepuluh anak Belitung yang berjuang keras mengejar mimpi pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi ternyata mampu menyentuh hati tanpa mengenal batas negara.
Andrea Hirata, seorang novelis Indonesia yang berasal dari Pulau Belitung telah berhasil menerbitkan novelnya ini di 130 negara dan sudah diterjemahkan, antara lain, dalam bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Perancis dan Jerman. Pada tahun 2025 lalu, buku ini telah mencapai cetakan ke-62, menunjukkan popularitas yang luar biasa sejak penerbitannya 20 tahun lalu.
Novel ini terjual lima juta eksemplar versi resmi, sementara edisi bajakan terjual lebih dari 15 juta eksemplar. Tak heran jika novel ini meraih penghargaan bergengsi New York Book Festival 2013 untuk kategori fiksi umum dan di Internationale Tourismus-Borse Berlin (ITB-Berlin) Buch Award 2013 di Jerman.
“Cerita tentang semangat pendidikan dan persahabatan ini begitu universal. Saya sangat terharu!” ungkap seorang isteri Duta Besar dengan antusias. Sementara isteri Duta Besar dari Asia menambahkan, “Karakter Lintang yang rela bersepeda 80 kilometer pulang-pergi demi menuntut ilmu benar-benar luar biasa menginspirasi”.
Hadir pada Diplomatic Spouse Book Club dikediaman Duta Besar RI, Washington DC tadi, para isteri Duta Besar dan isteri Diplomat dari Singapura, India, Malta, Mexico, Kosovo, Estonia, Belgium, Bahrain, Uzbekistan, Pakistan, Senegal, Turkiye, Azerbaijan, Kazakhstan, Bangladesh, Swiss, Portugal, Barbados dan Indonesia.
Kehadiran Laskar Pelangi dalam forum diplomasi ini membuktikan kekuatan sastra Indonesia sebagai soft diplomacy yang efektif, memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kepada komunitas internasional.
***



