Senin, 20 April 2026

Industri Diapers Tertekan Lonjakan Bahan Baku, APKI Ingatkan Risiko Gangguan Pasokan

Latest

- Advertisement -spot_img

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menyoroti tekanan yang tengah dihadapi industri diapers nasional akibat lonjakan harga bahan baku yang sangat fluktuatif serta ketidakpastian pasokan. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu stabilitas rantai pasok industri produk higienis dan kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, pelaku industri melaporkan kenaikan harga bahan baku yang terjadi sangat cepat, bahkan berubah dalam hitungan jam. Pada saat yang sama, sebagian pemasok juga menghadapi kendala ketersediaan bahan baku, sehingga menambah tekanan terhadap proses produksi dan perencanaan bisnis.

Situasi tersebut turut dipengaruhi dinamika global, termasuk meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Dampaknya terasa langsung pada bahan baku berbasis petrokimia seperti nafta dan polypropylene, yang merupakan komponen penting dalam produksi diapers.

Dalam sejumlah kasus, kenaikan harga bahan baku dilaporkan mencapai 90 persen hingga 100 persen, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap struktur biaya industri. Secara keseluruhan, lonjakan biaya ini telah mendorong kenaikan harga produk di kisaran 20 persen hingga 30 persen, dan berpotensi terus meningkat seiring ketidakpastian pasokan serta volatilitas harga yang sangat tinggi.

APKI menilai kondisi ini tidak lagi dapat dipandang sebagai fluktuasi normal, melainkan memerlukan perhatian serius dan respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan.

“Perubahan harga bahan baku yang sangat cepat membuat perhitungan biaya produksi menjadi tidak stabil. Industri perlu melakukan penyesuaian secara realistis dan terukur agar tidak mengalami tekanan yang lebih dalam,” ujar Direktur Komite Diapers APKI, Oto Gunasis.

Sejumlah perusahaan disebut telah mengambil langkah penyesuaian, antara lain melalui kenaikan harga produk secara bertahap dan evaluasi program promosi, guna menjaga kesinambungan operasional. Namun, APKI menilai langkah parsial tidak akan cukup jika tidak diiringi koordinasi yang lebih kuat di tingkat industri.

“Kenaikan harga bahan baku secara menyeluruh telah memberi tekanan pada seluruh rantai nilai industri, mulai dari produsen bahan baku hingga produsen produk akhir. Dalam kondisi ini, tekanan biaya berpotensi mendorong penyesuaian harga jual diapers di pasar, yang pada akhirnya dapat berdampak pada daya beli masyarakat,” tambah Oto.

Perlunya Respons Cepat dan Terukur
Dalam situasi saat ini, APKI mendorong perusahaan, khususnya pada level pengambil keputusan strategis, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya, efisiensi operasional, serta strategi harga.

Langkah penyesuaian yang tepat, proporsional, dan berbasis perhitungan matang dinilai penting agar industri tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang tinggi, sekaligus menjaga ketersediaan produk bagi masyarakat.

Lebih lanjut, APKI mengingatkan bahwa apabila dalam waktu dekat tidak terdapat solusi terhadap permasalahan bahan baku ini, industri diapers berpotensi menghadapi kondisi yang lebih serius, termasuk penghentian produksi. Dalam skenario tersebut, risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif tidak dapat dihindari.

Dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi saat ini, APKI memperkirakan bahwa apabila dalam 1–2 bulan ke depan tidak terdapat kepastian pasokan bahan baku, maka risiko penghentian produksi akan semakin nyata dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan tenaga kerja.

Dalam menghadapi kondisi ini, APKI berharap pemerintah bersama dunia usaha dapat dapat mendiskusikan bersama mencari solusi mengatasi ketersediaan bahan baku diapers. Kepastian pasokan dalam jangka pendek menjadi sangat krusial mengingat tekanan harga dan keterbatasan supply yang terjadi saat ini sudah berada pada level yang mengganggu operasional industri.

APKI juga mendorong agar proses perizinan dan arus impor bahan baku dapat berjalan lebih lancar dan responsif terhadap kondisi di lapangan, sehingga pelaku usaha tidak menghadapi tambahan hambatan di tengah situasi yang sudah sangat dinamis.

Selain itu, diperlukan koordinasi yang lebih kuat antar kementerian/Lembaga terkait agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan ketidakpastian baru, khususnya terkait pasokan dan distribusi bahan baku. APKI menekankan bahwa tanpa langkah yang cepat dan terukur, risiko gangguan produksi hingga potensi PHK di industri diapers dalam waktu dekat akan semakin sulit dihindari.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles