Kamis, 1 Januari 2026

Menteri LH Tegaskan Komitmen Aksi Nyata pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Latest

- Advertisement -spot_img

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yang digelar di Bali menandai arah baru pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.

Dengan mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan langkah konkret dalam menghentikan krisis limbah plastik dan mendorong kolaborasi lintas sektor.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa polusi plastik adalah “bom waktu ekologis” yang harus dihadapi dengan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

“Dunia memproduksi lebih dari 400 juta ton plastik per tahun, dan kurang dari 10% yang berhasil didaur ulang. Di Indonesia, hampir 11 juta ton sampah adalah plastik dan separuhnya tak terkelola dengan baik,” ujar Menteri Hanif dalam pidatonya, Rabu (5/6/2025) di Bali.

Menteri Hanif menyerukan agar peringatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga titik balik dalam transisi menuju konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Ia mendorong daerah segera membuat perda pelarangan plastik sekali pakai, membangun fasilitas daur ulang, serta menjadikan ruang publik sebagai pusat edukasi lingkungan.

Sebagai bagian dari penghormatan atas kiprah jangka panjang para pejuang lingkungan, pemerintah memberikan Apresiasi Kalpataru Lestari kepada 12 tokoh dan kelompok masyarakat yang sebelumnya telah menerima Kalpataru, namun tetap aktif dan berdampak hingga kini.

Mereka bekerja di hutan, desa adat, pesisir, dan wilayah terluar Indonesia.

“Mereka bukan tokoh biasa. Mereka adalah guru kehidupan. Pengingat bahwa perubahan besar lahir dari tindakan kecil yang terus-menerus,” tegas Menteri Hanif.

Bali juga mendapat sorotan sebagai daerah pionir dalam gerakan bebas plastik.

Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa mulai Januari 2026, produksi air minum dalam kemasan plastik di bawah 1 liter akan dihentikan.

Gerakan Bali Bersih Sampah yang telah diluncurkan sebelumnya diperkuat sebagai komitmen jangka panjang menuju zero waste.

Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada para tokoh yang telah mendukung penanganan sampah laut di Bali, termasuk Gubernur Bali, Bupati Badung, dan jajaran TNI/Polri yang aktif dalam penanganan sampah terpadu.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk Pemerintah Kabupaten Badung, tetapi juga untuk desa adat, pecalang, ASN, dan seluruh penggerak lingkungan yang telah bekerja tanpa henti,” ujar Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.

Kepada generasi muda, Menteri Hanif menyampaikan pesan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa keterlibatan aktif Gen Z dan Gen Alpha. Ia menyerukan aksi sosial dan gaya hidup minim plastik sebagai identitas baru generasi masa depan.

“Kalian bukan penonton. Kalian penentu arah sejarah,” serunya.

Secara global, Indonesia juga menyatakan kesiapan memimpin upaya internasional melawan polusi plastik.

Dalam forum INC-5.2 di Jenewa pada Agustus mendatang, Indonesia akan mendorong lahirnya konvensi internasional yang mengikat secara hukum.

“Indonesia datang bukan sebagai korban, tetapi sebagai solusi,” tegas Menteri Hanif.

Daftar Penerima Apresiasi Kalpataru Lestari 2025:

  1. Paris Sembiring (Sumatera Utara)
  2. LSM Bahtera Melayu Bengkalis (Riau)
  3. Sadiman (Jawa Tengah)
  4. Oday Kodariyah (Jawa Barat)
  5. Desa Adat Penglipuran (Bali)
  6. TGH. Hasanain Juaini, Lc, MH (NTB)
  7. Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari (Bali)
  8. Hamzah (Kalimantan Selatan)
  9. Komunitas Dayak Iban Menua Sungai Utik (Kalimantan Barat)
  10. Herman Sasia (Sulawesi Tengah)
  11. Kelompok Isyo Hill’s Rhepang Muaif (Papua)
  12. Timotius Hindom (Papua Barat)

Di akhir pidato, Menteri Hanif menyampaikan pesan reflektif: “Bumi tidak membutuhkan kita. Kitalah yang membutuhkan bumi.” ***

- Advertisement -spot_img

More Articles