Jumat, 2 Januari 2026

Wamen LH Dorong Penanaman Mangrove dan Pengelolaan Sampah untuk Lindungi Pesisir Subang

Latest

- Advertisement -spot_img

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyerukan gerakan kolektif untuk menjaga kawasan pesisir melalui rehabilitasi mangrove dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Seruan ini disampaikan saat peringatan World Mangrove Day di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2025).

Dalam acara bertajuk “Jaga Mangrove, Jaga Kehidupan”, Diaz mengingatkan pentingnya keberadaan mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi dan banjir rob.

Ia menyebut mangrove tidak hanya menyelamatkan tambak dan kawasan hunian dari gelombang laut, tetapi juga menyerap karbon dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Menanam mangrove itu untuk melindungi tambak, rumah, dan kehidupan di pesisir. Tapi semua akan sia-sia kalau kita masih buang sampah sembarangan,” tegas Diaz.

Diaz menyoroti persoalan utama dalam upaya penanaman mangrove: sampah. Ia menjelaskan bahwa akar napas mangrove sulit tumbuh jika terhalang sampah anorganik, khususnya plastik. Oleh karena itu, menurutnya, penanaman harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat terkait sampah.

Untuk mendukung langkah ini, KLH/BPLH akan menyalurkan sejumlah bantuan, seperti perahu, mesin pencacah sampah, penyerok, hingga gerobak roda dua.

Fasilitas tersebut akan dikelola komunitas setempat guna memperkuat sistem pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan pesisir.

“Kami harap warga bisa menjaga Subang dan pesisir Jawa Barat dari abrasi dan tumpukan sampah. Ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi gerakan kita bersama,” ujar Diaz.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan bahwa Pemkab Subang telah menanam 26.000 mangrove untuk menanggulangi banjir rob. Ia juga menyebut adanya keterlibatan CSR untuk melanjutkan rehabilitasi di wilayah Legonkulon.

“Kegiatan ini bukan hanya soal tanam mangrove, tapi juga soal mengubah kebiasaan masyarakat untuk menjaga sungai dan laut dari sampah,” ujar Agus.

Diaz menyambut baik inisiatif warga yang sudah melakukan penanaman mangrove meski sebagian besar kawasan telah terdampak abrasi. Dalam kesempatan tersebut, Deputi PPKL Rasio Ridho Sani juga hadir untuk mendukung program konservasi ini.

Kegiatan ditutup dengan aksi simbolik penanaman mangrove bersama warga, tokoh masyarakat, dan perwakilan pemerintah.

Momen ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir yang kian rentan terhadap perubahan iklim dan aktivitas manusia. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles