US-ASEAN Business Council (USABC) menyelenggarakan pertemuan perkenalan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo, di Washington, D.C. pada 12 November 2025.
Pertemuan dihadiri perusahaan-perusahaan terkemuka antara lain Freeport-McMoran, Lockheed Martin dan Visa, serta perwakilan pemerintah AS dari Departemen Luar Negeri dan Departemen Perang.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh para Duta Besar dan perwakilan negara-negara ASEAN di Washington, D.C., serta mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia antara lain Joseph Donovan dan Cameron Hume.
Ini menunjukkan jejaring hubungan yang erat antara Indonesia, Amerika Serikat, dan negara anggota ASEAN.
Pertemuan ini menjadi momentum USABC menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia, sejalan dengan laporan “Bisnis AS untuk Indonesia (BISA)”.
Laporan BISA diluncurkan USABC pada 14 Oktober 2025, dan menunjukkan kontribusi nyata perusahaan-perusahaan Amerika terhadap perekonomian Indonesia.
Presiden dan CEO USABC Duta Besar Brian McFeeters (Purn.) menyampaikan bahwa USABC memandang Indonesia sebagai mitra strategis utama di kawasan ASEAN dan berkomitmen untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional Indonesia.
Duta Besar Indroyono Soesilo menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi USABC dan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia serta menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat khususnya dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif.
Kemitraan dengan AS mendukung terlaksananya program Asta Cita Presiden Prabowo, yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan rakyat, promosi hilirisasi serta industrialisasi, dan pemantapan pertahanan negara.
“Kami berharap kemitraan dengan USABC dan para perusahaan anggotanya dapat ditingkatkan dalam bentuk peningkatan proyek konkret di bidang investasi, perdagangan, teknologi, pemberdayaan SDM dan penciptaan lapangan kerja. Kami juga mendorong perusahaan AS menjajaki ekspansi bisnis dengan memanfaatkan PP No. 28 tahun 2025 yang menyederhanakan proses perizinan, dan memanfaatkan talenta-talenta pelajar Indonesia di bidang STEMM dari universitas terkemuka di AS untuk magang di industri besar di AS” ujar Dubes Indroyono.Dalam kesempatan tersebut, sejumlah perusahaan anggota USABC yang berpartisipasi menyampaikan hasil positif kehadiran mereka di Indonesia dan menyampaikan antusiasme untuk mendalami prospek perkembangan bisnis mereka ke depan dengan Indonesia.
Perusahaan-perusahaan tersebut menekankan bahwa keberadaan mereka di Indonesia tidak hanya bersifat komersial, tetapi juga berperan dalam pengembangan kapasitas, termasuk alih teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penerapan pengelolaan lingkungan yang keberlanjutan.
Dubes RI dan USABC sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam berbagai agenda kerja sama mendatang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat yang saling menguntungkan, antara lain dalam pengembangan hilirisasi mineral kritis, ketahanan energi, ekonomi digital dan teknologi infromatika, kesehatan, ketahanan pangan, ekonomi kreatif dan teknologi pertahanan.
***



