Irama tepukan tangan dan gerakan serentak penari Saman menggema di ruang Dr. Bird Room, Sandy Spring Museum, Maryland, dalam acara Spotlight Indonesian Dance Workshop yang digelar oleh Spotlight Academy USA dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C.
Acara yang berlangsung pada Minggu sore ini menampilkan berbagai tarian tradisional Indonesia seperti Pendet dari Bali, Enggang Gading dari Kalimantan Timur, dan Saman dari Aceh.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan pertunjukan tari, tetapi juga menghadirkan sesi interaktif di mana para pengunjung diajak untuk mencoba langsung beberapa gerakan khas tari Indonesia, termasuk gerakan mata khas Bali, koordinasi tangan Saman, dan hiasan bulu imitasi ala Enggang.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, yang hadir bersama istri, Ibu Nining Soesilo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan yang digagas oleh komunitas diaspora Indonesia ini.
“Para penari ini adalah duta budaya kita. Melalui tari, mereka bukan hanya menampilkan keindahan gerak, tetapi juga meneruskan warisan budaya Indonesia kepada generasi berikutnya,” ujar Dubes Indroyono dalam sambutannya.
Dubes Indroyono juga mengingatkan bahwa pada 24 November 2011, UNESCO telah menetapkan Tari Saman dari Aceh sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak.
“Kita patut bangga, dan semoga semakin banyak tradisi budaya Indonesia lainnya yang menyusul diakui UNESCO agar dunia semakin mengenal kekayaan budaya bangsa kita,” tambahnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta, baik anak-anak maupun dewasa, tampak antusias mencoba gerakan Saman dengan panduan instruktur Spotlight Academy USA.
Tawa dan tepuk tangan terdengar di seluruh ruangan ketika pengunjung berhasil menirukan gerakan yang membutuhkan koordinasi cepat dan kompak. Banyak peserta mengungkapkan rasa kagum atas keindahan gerak dan makna di balik tarian Indonesia, serta berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di masa mendatang.
Spotlight Academy USA sendiri merupakan komunitas tari yang diprakarsai oleh diaspora Indonesia di wilayah DMV (District of Columbia, Maryland, Virginia), dengan tujuan memperkenalkan ragam tarian tradisional Indonesia kepada masyarakat Amerika Serikat.
Melalui kegiatan seperti ini, KBRI Washington, D.C. terus mendorong upaya pelestarian dan promosi budaya Indonesia di Amerika Serikat. Antusiasme peserta pada acara ini menjadi bukti bahwa budaya Indonesia mampu menyentuh hati dan mempererat persahabatan lintas negara.
***



