Senin, 17 Juni 2024

Tanam Serentak Se-Indonesia, Wapres Ingatkan Merusak Alam Dicela Agama

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali melaksanakan Penanaman Pohon Serentak di seluruh wilayah Indonesia. Penanaman pohon kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dari Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Minggu 14 Januari 2024

Kegiatan penanaman tersambung melalui video conference dengan penanaman di seluruh Provinsi di Indonesia.

Kegiatan penanaman pohon yang dirangkaikan dengan kegiatan kampanye pilah sampah, penataan Sungai Cidurian melalui Renovasi 2 unit IPAL MCK, pembangunan 1 unit IPAL MCK Umum, pembangunan ekoriparian sepanjang kurang lebih 200 meter dan bersih sungai yang dibungkus menjadi kegiatan bertajuk Tanara Clean Up.

_________

Wapres mengatakan, acara ini tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan lestari, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah di perdesaan agar dapat bernilai ekonomis dan bermanfaat.

“Hari ini melalui program Tanara Clean Up, masyarakat diajak untuk ikut membersihkan sungai, mempelajari pengelolaan sampah, membangun ekoriparian agar area sungai lebih bersih dan indah, serta dilakukan pula penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia dari Tanara untuk Indonesia,” jelasnya.

Terkait menanam pohon, Wapres menyebutkan jika menanam pohon adalah bagian dari melaksanakan perintah Nabi kita Muhammad SAW karena Nabi menyatakan jika kehadiran pepohonan akan menimbulkan multi manfaat bagi kehidupan manusia di dunia.

Menanam pohon juga menjadi salah satu cara mengatasi kerusakan alam yang harus diupayakan bersama-sama oleh umat manusia. Wapres Ma’ruf Amin berpesan sesuai firman Allah SWT agar manusia jangan merusak alam dalam  memanfaatkan kekayaan alam yang telah disediakan Allah SWT untuk manusia, karena Allah telah berfirman yang secara umum diartikan bahwa Allah SWT akan mencela orang yang membiarkan terjadinya kerusakan alam.

“Yang membiarkan terjadinya kerusakan alam  dicela oleh Allah, apalagi yang merusak,” imbuh Wapres.

Sementara itu Menteri LHK menyebutkan bahwa kegiatan penanaman serentak dan pengelolaan lingkungan di sempadan Sungai Cidurian ini merupakan langkah melindungi alam.

“Ini merupakan langkah konkret dengan mengedepankan kolaborasi dan semangat kerja sama semua pihak melalui kegiatan menanam, memelihara pohon, memilah sampah dan menjaga ekosistem sungai ini adalah bagian dari kewajiban kita bersama untuk melindungi dan merawat bumi yang lebih baik dan sehat,” ujar Menteri Siti.

Ia melanjutkan jika penanaman pohon serentak ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan mendukung percepatan rehabilitasi hutan dan lahan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda penanaman serentak yang telah dilaksanakan tanggal 30 Desember 2023, dan akan dilanjutkan dengan penanaman pada bulan Februari sampai April 2024.

Lokasi tanam kali ini adalah pada areal terbuka di sepanjang bantaran sungai Cidurian. Penanaman pohon dilaksanakan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pihak terkait di seluruh wilayah sekitar.

Untuk penanaman pohon serentak di seluruh Indonesia, bibit pohon yang ditanam adalah jenis-jenis yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat, berupa bibit kayu-kayuan, penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), buah-buahan, dan jenis multi-purpose tree species (MPTS) yang bibitnya bisa didapatkan dari persemaian-persemaian KLHK yang tersebar di seluruh Indonesia, baik yang berasal dari pusat-pusat persemaian skala besar, persemaian permanen maupun pembibitan lainnya. ***

More Articles