Jumat, 12 Juli 2024

Flying Whales, Balon Udara Logistik yang Mampu Angkut Barang Seberat 60 Ton

Latest

- Advertisement -spot_img

Sebagai negara kepulauan terbesar di Dunia, Indonesia telah membangun sistem logistik darat, laut, udara yang didukung dengan sistem komunikasi Palapa Ring. 

Ternyata ini belum cukup.  Untuk itu layak untuk dilirik sistem angkutan logistik berat dengan balon udara yang diprakirakan akan siap operasional pada paruh kedua dekade 2020-an nanti.

Demikian dibahas pada diskusi Center for Technology and Innovation Studies (CTIS), Rabu 26 Juni 2024.  Berbicara pada diskusi tersebut Ir Teguh Wibowo, alumnus ITB Bandung yang juga Perwakilan Flying Whales di Indonesia,  dengan moderator Dr Agustan, Ketua Komite Penginderaan Jauh CTIS, alumnus ITB dan Universitas Nagoya, Jepang. 

Teguh Wibowo menjelaskan biaya logistik di Indonesia sangat tinggi sebagai dampak dari luasnya wilayah Indonesia. Sekitar 14% dari PDB, walaupun sudah turun dari sekitar 24% PDB pada 10 tahun lalu.  Sebagai perbandingan, biaya logistik di negara lain berkisar 9%-12%. 

Terlebih bila harus menjangkau wilayah terluar, terdepan dan terbelakang di Kepulauan Nusantara yang infrastrukturnya belum sepenuhnya terbangun. 

Kondisi serupa pun sebenarnya banyak dijumpai di berbagai negara.  Menyadari akan hal tadi, Teguh menjelaskan, pada tahun 2012 lalu, sekitar 50 industri penerbangan di Dunia bergabung untuk merancang-bangun sebuah sistem pesawat terbang balon udara yang mampu mengangkut barang hingga bobot 60 ton.  Balon udara pengangkut barang tadi diberi nama LCA60T

Setelah dilaksanakan studi kelayakan selama 5 tahun termasuk pendanaannya, kurun 2012 – 2017,  maka pada tahun 2017 lalu dimulai rancang-bangun balon udara angkut logistik tadi yang diberi nama Flying Whales, atau Ikan Paus Terbang.  

Balon udara ini memiliki panjang 200 meter dan mampu mengangkut barang berukuran  96 meter X 8 meter X 7 meter.

Balon udara ini memiliki 14 ruangan yang diisi gas Helium (He), suatu unsur kimia yang sangat ringan sehingga bisa terbang sekaligus mampu mengangkat suatu benda.  

Balon Udara LCA60T, Flying Whales, mampu memindahkan kontainer berbobot 60 ton, langsung dari kapal ke darat, tanpa harus lewat Pelabuhan

Sebagai penggerak, Flying Whales, menggunakan mesin propulsi dengan  7 baling baling yang memungkinkan balon udara ini terbang dengan kecepatan 100 Km per jam, mencapai ketinggian maksimum 3.000 meter dan radius terbang hingga 1.000 kilometer. 

Saat ini, tahapan rancang-bangun dan konstruksi tengah berlangsung.  Diharapkan, Flying Whales, akan uji terbang perdana pada tahun 2026 nanti, untuk kemudian masuk ke jalur produksi dan sertifikasi pada tahun 2027.

Teguh menjelaskan bahwa pabrik LCA60T akan dibangun  di tiga negara, yaitu Perancis, Kanada dan Australia.   Direncanakan, pada tahun 2035 nanti sudah akan berdiri 160 pangkalan jasa LCA60T, Flying Whales di seluruh Dunia, 46 diantaranya di wilayah Asia Pasifik. 

Sebanyak enam Pangkalan Flying Whales direncanakan akan dibangun di pulau Jawa, Sumatera,  Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.  Ini akan menjawab permasalahan pengiriman logistik ke wilayah terpencil, seperti angkutan peti kemas langsung dari kapal ke lokasi tujuan tanpa harus berhenti di pelabuhan. 

Flying Whales juga bisa untuk mengangkut material pembangunan seperti menara listrik, baling baling Pembangkit Listrik Tenaga Bayu, ataupun mengangkut kayu log dari hutan dipedalaman ke lokasi penimbunan.  Wilayah Nusantara yang rawan bencana juga akan membutuhkan kemampuan pengangkutan rumah sakit lapangan yang siap dioperasikan dan jawabannya ada di Flying Whales ini.

________

Pada diskusi CTIS tersebut, diusulkan kiranya wilayah Indonesia bisa dipakai sebagai lokasi uji-coba balon terbang Flying Whales ini sekiranya produk teknologi tinggi ini selesai di produksi pada tahun 2027. 

Selain implementasi jasa logistik, kiranya pihak Flying Whales bisa bekerjasama dengan pabrik pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia  yang sudah memiliki kemampuan untuk membuat komponen komponen pesawat, guna membangun balon terbang, Flying Whales ini di Indonesia, guna mengisi pangsa pasar Asia Pasifik. ***

More Articles