Kesalahan substantif terjadi ketika studi Ilmu Lingkungan ditempatkan di bawah naungan fakultas atau pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan, karena kedua bidang tersebut berangkat dari paradigma ilmiah yang berbeda secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.
Ilmu Lingkungan berakar pada sustainability science dan general system theory yang bersifat integratif dan interdisipliner, menekankan keterhubungan antara sistem alam dan sistem budaya manusia dalam satu kesatuan ekosistem kehidupan.
Fokusnya adalah memahami, menjaga, dan memulihkan keharmonisan antara earth life-support systems dan human culture sphere, dengan basis analisis dan sintesis ilmiah yang mencakup interaksi energi, materi, informasi, dan nilai-nilai keberlanjutan.
Sebaliknya, Pembangunan Berkelanjutan merupakan turunan dari teori pembangunan yang bersifat normatif dan aplikatif, berorientasi pada keberlanjutan proses pembangunan ekonomi dan sosial melalui kebijakan, tata kelola, dan inovasi teknologi.
Paradigmanya masih antroposentris—manusia sebagai subjek yang mengelola alam—sementara ilmu lingkungan bersifat ekosentris bahkan earth centered dan sistemik—manusia sebagai bagian dari sistem kehidupan yang lebih luas.
Ketika ilmu lingkungan ditempatkan dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, terjadi reduksi ilmiah yang signifikan: pendekatan sistemik dan ilmiah terhadap keberlanjutan akan tereduksi menjadi sekadar instrumen kebijakan pembangunan.
Akibatnya, studi ilmu lingkungan kehilangan otonomi ilmiahnya dan bergeser dari upaya menjaga keseimbangan sistem kehidupan menuju rasionalitas pembangunan yang menilai alam berdasarkan nilai ekonomi dan utilitas manusia.
Hal ini bukan hanya menyalahi hakikat sustainability science, tetapi juga menghambat lahirnya inovasi ilmiah dan kebijakan berbasis ekologi yang utuh.
Oleh karena itu, secara substansial, menempatkan ilmu lingkungan di bawah payung pembangunan berkelanjutan bukanlah bentuk integrasi, melainkan subordinasi konseptual yang mereduksi peran ilmu lingkungan sebagai sains penjaga keberlanjutan kehidupan Bumi.
Salam Lestari.
***



