Solo Anggrek Festival 2026 Perkuat Sinergi Konservasi, Edukasi, dan Ekonomi Masyarakat

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat upaya pelestarian anggrek Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan konservasi, budidaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat menghadiri Solo Anggrek Festival (SAF) 2026 di Loji Gandrung, Surakarta, Sabtu (19/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Kehutanan juga menyerahkan 1.000 bibit tanaman kepada masyarakat dan komunitas pegiat tanaman sebagai bagian dari dukungan terhadap gerakan penghijauan serta pelestarian keanekaragaman hayati.

Wamenhut Rohmat Marzuki mengatakan pelestarian anggrek tidak hanya berfokus pada perlindungan spesies di habitat alaminya, tetapi juga perlu didukung melalui pengembangan budidaya, inovasi, serta peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Festival anggrek ini merupakan kolaborasi antara konservasi di kawasan hutan, edukasi, inovasi budidaya, pariwisata, budaya, hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Konservasi dan pemanfaatan tidak perlu dipertentangkan, tetapi harus dikolaborasikan agar keduanya berjalan beriringan,” ujar Rohmat.

Ia menjelaskan sekitar 70 persen spesies anggrek Indonesia berasal dari kawasan hutan sehingga perlindungan habitat menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan flora endemik tersebut. Selain mempertahankan populasi anggrek di alam, pemerintah juga mendorong pengembangan budidaya di luar kawasan hutan, reintroduksi spesies ke habitat asal, serta pemanfaatan plasma nutfah secara bertanggung jawab.

Menurut Rohmat, keberhasilan pelestarian anggrek membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Kementerian Kehutanan mengajak pemerintah daerah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat memperkuat perlindungan habitat, mengembangkan budidaya dan persilangan yang bertanggung jawab, membangun sistem ketertelusuran perdagangan anggrek, serta meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pelestarian lingkungan, Kementerian Kehutanan menyalurkan 1.000 bibit tanaman yang diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan penghijauan sekaligus menjaga keanekaragaman hayati.

Wali Kota Surakarta Respati Ardianto menyampaikan bahwa pelestarian anggrek merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pengembangan tanaman hias tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja di kawasan perkotaan.

Sementara itu, mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyatakan sektor florikultura di wilayahnya terus berkembang dengan potensi produksi dan ekspor yang meningkat. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang lebih besar bagi pengembangan anggrek sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menilai anggrek memiliki prospek besar sebagai komoditas hortikultura unggulan. Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan budidaya, dan perluasan akses pasar menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing anggrek Indonesia di pasar internasional.

Melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, Kementerian Kehutanan berharap pelestarian anggrek Indonesia semakin kuat sehingga kekayaan flora nasional tetap terjaga sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles