Kamis, 25 April 2024

Siti Nurbaya Diabadikan Sebagai Nama Spesies Baru Tanaman Hanguana, Ditemukan di Cagar Alam

Latest

- Advertisement -spot_img

Nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya diabadikan sebagai nama spesies baru tanaman hanguana yaitu Hanguana sitinurbayai.

Spesies baru ini ditemukan di Cagar Alam Gunung Nyiut, Kalimantan Barat pada taun 2022 oleh peneliti Agusti Randi dan Tim Balai KSDA Kalimantan Barat dan telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional Phytotaxa tanggal 31 Juli 2023.

Menteri Siti menyampaikan terimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras penemu spesies Hanguana sitinurbayai yang diharapkan bisa memberikan kontribusi pada dunia konservasi.

“Saya berharap melimpahnya kekayaan hayati Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya saat ekspos temuan dan spesies baru tumbuhan dan satwa liar, di Jakarta, Senin, 21 Agustus 2023.

Pada kesempatan tersebut juga diekspos Bulbophyllum wiratnoi spesies baru anggrek dan burung dari famili Meliphagidae yang diberi nama Myzomela irianawidodoae, seperti nama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Berdasarkan hasil eksplorasi BRIN dan KLHK, lebih dari 90 jenis spesies baru telah ditemukan dalam kurun waktu tahun 2021-2023.

Menteri Siti mengatakan penemuan jenis-jenis baru tersebut memberikan harapan baru pada dunia konservasi. Hal ini juga merupakan salah satu indikator bahwa keanekaragaman hayati Indonesia sangat melimpah, serta menunjukkan keberhasilan upaya konservasi yang telah dilakukan.

“Ini merupakan langkah baru, dan merupakan awal, bisa dibilang sebagai langkah menuju peradaban baru Indonesia, yang dilandasi oleh kekayaan pengetahuan atau knowledge pulling-nya masyarakat. Saya harap penemuan spesies baru menjadi asa baru untuk masa depan dunia konservasi, dan untuk peradaban baru Indonesia,” ujar Menteri Siti

Sementara itu, Direktur Jenderal KSDAE Satyawan Pudyatmoko menyatakan berbagai penemuan spesies baru tersebut diharapkan manfaat yang sebesar-besarnya dapat diperoleh dengan tetap mengutamakan asas dan etika konservasi, dengan tidak merusak kelestarian keanekaragaman hayati, secara penuh menghargadi nilai-nilai yang sangat berharga terhadap pengetahuan lokal.

Selain itu, memberikan manfaat sosial maupun ekonomi serta memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional.

Satywan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim ekspedisi, tim penyusun jurnal ilmiah, dan tim publikasi serta seluruh staf Ditjen KSDAE atas segala upaya konservasi dalam mengekplorasi potensi kehati indonesia yang sangat luar biasa. Satyawan menghimbau agar melanjutkan langkah-langkah strategis konservasi dengan lebih melibatkan para pihak. ***

More Articles