Jumat, 2 Januari 2026

RW 05 Sunter Agung Jadi Model Nasional Pengelolaan Sampah Partisipatif

Latest

- Advertisement -spot_img

Upaya mempercepat target nasional pengelolaan sampah mendapatkan dorongan baru dari keberhasilan RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara, yang kini dijadikan model percontohan nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Lokasi ini menunjukkan kinerja luar biasa dengan berhasil memilah 93,5% sampah rumah tangga melalui pendekatan berbasis masyarakat dan teknologi ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi langsung lokasi tersebut dan menyatakan optimisme tinggi atas model partisipatif yang melibatkan 970 dari 1.037 rumah tangga.

Menurutnya, pendekatan seperti ini mampu menciptakan perubahan nyata di tengah keterbatasan lahan dan tantangan sosial perkotaan.

“Kita melihat bukti nyata bagaimana kolaborasi warga, pemanfaatan teknologi, dan insentif sosial bisa mendorong perubahan besar. Ini bukan sekadar pengurangan sampah, tapi juga tentang membangun ekosistem lingkungan sehat dan berkelanjutan,” ujar Hanif di sela kunjungannya.

RW 05 mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari urban farming di lorong gang, pengomposan skala rumah tangga, budidaya ikan lele, hingga sistem insentif unik seperti menukar sampah dengan token listrik, layanan kesehatan, dan sembako. Tersedia juga ATM-Ku, layanan tabungan berbasis sampah yang dirancang seperti sistem perbankan.

Selain itu, teknologi Biopond Maggot juga diterapkan di lingkungan ini untuk mengelola limbah dapur menggunakan larva black soldier fly, yang kemudian diolah menjadi pakan ternak. Sistem ini telah diadopsi oleh puluhan rumah tangga dan diperluas ke level RW.

KLH/BPLH juga membangun septic tank komunal di wilayah tersebut untuk mengatasi pencemaran Kali Sentiong akibat pembuangan limbah domestik, sekaligus memperkuat sanitasi dan kualitas lingkungan.

Program edukasi lingkungan melalui gerakan KUPILAH (Kurangi, Pilah, Olah Sampah) menjadi tulang punggung pendekatan sosial ini.

Melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak dan remaja, kampanye ini konsisten dijalankan dengan dukungan berbagai organisasi, termasuk Save the Children.

Dengan keberhasilan ini, RW 05 akan dijadikan rujukan dalam replikasi model pengelolaan sampah serupa di wilayah lain. Pemerintah berencana memberikan dukungan penuh dalam bentuk regulasi, pelatihan, hingga fasilitas teknis untuk daerah-daerah yang siap mengadopsinya.

Program ini turut mendukung target nasional pengurangan sampah sebesar 52,21% pada 2025 dan pengelolaan 100% pada 2029, serta menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menurunkan emisi karbon menuju net zero emission. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles