Kamis, 1 Januari 2026

Rimbawan dan Masyarakat Bersatu Pulihkan Hutan Tesso Nilo

Latest

- Advertisement -spot_img

Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia Rohmat Marzuki memimpin kegiatan penanaman pohon di kawasan Camp Elephants Flying Squad, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Rabu (29/10/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pemulihan Ekosistem Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo 2024–2028.

Penanaman pohon dilakukan bersama jajaran Rimbawan dan masyarakat setempat dalam acara bertema “Pembinaan Jiwa Korsa Rimbawan dalam Kelestarian Hutan Lingkup UPT Kementerian Kehutanan di Provinsi Riau”. Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kementerian Kehutanan dan perwakilan instansi daerah.

Kegiatan diawali dengan penyambutan Wakil Menteri Kehutanan oleh gajah jinak binaan Balai TNTN yang mengalungkan bunga sebagai simbol keharmonisan manusia dan satwa liar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan laporan dari Kepala Balai TNTN serta arahan dari Wakil Menteri Kehutanan.

Dalam arahannya, Rohmat Marzuki menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon bukan hanya simbolis, tetapi juga bentuk nyata komitmen rimbawan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.

“Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata dari tekad kita untuk memulihkan hutan Indonesia. Upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan kolaborasi semua pihak agar pengelolaan Tesso Nilo semakin kuat,” ujar Rohmat.

Sebanyak 100 batang pohon kehutanan dengan tinggi lebih dari satu meter ditanam secara simbolis di area seluas satu hektar. Kegiatan ini juga menjadi wujud keberlanjutan upaya Kementerian Kehutanan dalam menjaga fungsi ekosistem hutan Tesso Nilo yang menjadi habitat penting bagi Gajah Sumatera dan Harimau Sumatera.

Balai TN Tesso Nilo menegaskan bahwa kegiatan ini akan berlanjut melalui program pemulihan ekosistem, peningkatan peran masyarakat, dan sinergi lintas sektor. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi dan memastikan keberlanjutan hutan sebagai penyangga kehidupan.

Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan diskusi mengenai strategi pemulihan kawasan serta rencana kolaborasi lanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles