Rabu, 24 April 2024

Ratusan Teknolog Kumpul Silaturahmi di GBK, Perkuat Persaudaraan Alumni BPPT

Latest

- Advertisement -spot_img

Sekitar 150-an teknolog, perekayasa dan inovator ex Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Jalan Santai dan Silaturahmi Alumni BPPT di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 23 September 2023.

Dalam acara tahunan untuk memperkuat persaudaraan pada alumni BPPT itu juga dilaporkan melaporkan progres kegiatan lembaga think-tank Center for Technology & Innovation Studies (CTIS), yang diasuh para alumni BPPT dan merupakan rangkaian kegiatan Habibie Memorial Lecture 2023 yang digelar Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), CTIS dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Perpustakaan Nasional pada Kamis 21 September 2023 lalu.

Kegiatan Jalan diawali laporan oleh Ketua CTIS, Dr.Wendy Aritenang, yang mantan Sekjen Kemenhub, Laporan Progress Perkembangan CTIS oleh Dr. Idwan Soehardi yang mantan Deputi Menteri Ristek dan juga mantan anggota MPR-RI, serta wejangan dari Ketua Dewan Pengarah CTIS, Professor Wardiman Djojonegoro, yang juga mantan Mendikbud dan mantan Deputi BPPT.

Selain acara jalan santai keliling Stadion GBK, acara juga dimeriahkan Group Penyanyi LOLITA-BPPT disusul Senam Poco-Poco dan Senam Maumere oleh seluruh peserta Jalan Santai.

Tampak hadir pada kegiatan olah raga ini, antara lain, Mantan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo yang juga Professor Riset BPPT, Mantan Kepala BPPT yang saat ini menjabat Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI), Dr. Marzan Azis Iskandar, Mantan Kepala BPPT yang saat ini menjabat Komut PT. INTI, Dr. Unggul Pryanto, Ahli Gambut yang mantan Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Dr. Bambang Setiadi, Mantan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) yang juga ahli hujan buatan, Professor Asep Karsidi, Mantan Kepala LAPAN.

Lalu ada Professor Harijono Djojodihardjo yang juga mantan Deputi BPPT, Mantan Deputi BPPT, Dra.Trulyanti Soetrasno MA, yang juga mantan Anggota MPR-RI, serta para teknolog ahli pesawat terbang, ahli perkapalan, ahli kereta api, ahli energi, ahli sumberdaya alam dan lain lain.

BPPT berdiri melalui Keppres No.25/Th.1978, pada 21 Agustus 1978, guna menyiapkan Indonesia menuju Negara Industri pada Abad Ke-21, dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama 20 tahun, BPPT dipimpin Profesor BJ Habibie yang kelak kemudian hari menjadi Presiden RI Ketiga. Beragam karya iptek para ahli BPPT telah disumbangkan kepada Bangsa dan Negara, antara lain pesawat N-250 Gatotkoco, Kapal Layar Modern Maruta Jaya, Kapal Angkut Caraka Jaya, Beragam Desain Jembatan Antar Pulau Batam – Rempang – Galang, desain Mass Rapid Transport Jakarta, desain Light Railway Train (LRT), pembangkit listrik energi panas bumi – Lahendong, Sulut, Survey Landas Kontinen Baruna Jaya, Operasi Hujan Buatan, Prediksi El Nino dan La Nina melalui pola Arus Lintas Indonesia (Arlindo), pembuatan prototipe Lab. Uji Virus Covid BSL Level 3 dan masih banyak lagi.

Hingga tahun 2021, sebelum melebur ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), para ahli BPPT tengah menyelesaikan rancang bangun pesawat N-219 Nurtanio, Pesawat tanpa awak Elang Hitam, Bouy Tsunami Early Warning System (INA TEWS) dan teknologi Industri garam.

Selama pengabdiannya yang lebih 40 tahun, BPPT juga dikenal sebagai lembaga yang mengirimkan ribuan pemuda-pemudi Indonesia ke mancanegara untuk studi bidang iptek dan industri guna mendukung pembangunan di tanah air. Saat ini, program pengirim putra-putri unggul Indonesia untuk studi ke luar negeri dilanjutkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Pada awal tahun 2023, para alumni BPPT mendirikan Center for Technology & Innovation Studies (CTIS) guna menghimpun pemikiran dan pengalaman puluhan tahun dibidang iptek dan inovasi untuk disumbangkan kepada kemaslahatan masyarakat.

Beberapa kegiatan CTIS yang telah berlangsung, antara lain, Paparan 7 Inovator Indonesia Kelas Dunia, Seminar Tentang Artificial Intelligence (AI) serta beragam kajian tentang teknologi perkapalan, teknologi untuk transisi energi menuju energi hijau, teknologi kebencanaan, teknologi pupuk organik dari rumput laut, penerapan teknologi transportasi kereta api serta rancang-bangun satelit SATRIA-1 untuk jaringan internet di Kepulauan Nusantara. ***

More Articles