Kamis, 25 April 2024

Perhutani-PLN Kerja Sama Konservasi Hutan Dukung PLTA Cisokan

Latest

- Advertisement -spot_img

Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah (JBT) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan peningkatan fungsi konservasi kawasan hutan di daerah tangkapan air sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS) di perbatasan Kabupaten Bandung dan Cianjur.

Penandatangan tersebut dilakukan oleh Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Asep Dedi Mulyadi dengan General Manager PT PLN (Persero) UIP JBT Djarot Hutabri, di Kantor PT PLN UIP JBT, Bandung, Senin, 16 Oktober 2023.

Asep Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pihak Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten akan mendukung kerja sama ini yang memiliki arah tujuan untuk melakukan sebuah pelestarian lingkungan.

Khususnya di daerah tangkapan air sekitar PLTA UCPS
yang terletak pada kawasan hutan KPH Bandung Selatan dan KPH Cianjur.

“Kerja sama ini menjadi sangat berharga untuk pelestarian lingkungan, karena lingkungan ini menjadi tanggung jawab bersama. Lokasi yang kita kerjasamakan ada di 2 KPH yaitu Bandung Selatan dan Cianjur. Dan kami pun juga sudah mengkaji isi dari PKS mulai dari perencanaan, kemudian peningkatan kelembagaan sosial dalam hal ini Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), tanaman, sampai pada pemeliharaan dan pengamanan. Mudah-mudahan kita semua bisa melaksanakan apa yang tertuang dalam PKS tersebut, baik hak maupun kewajiban,” jelasnya.

Pada kesempatannya, Asep Irman menjelaskan lebih lanjut terkait kerja sama ini memiliki tujuan untuk terlaksananya peningkatan fungsi konservasi kawasan hutan di daerah kawasan penyangga waduk PLTA UCPS secara berkelanjutan dan partisipatif.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam kerja sama ini diawali dari perencanaan, pra kondisi penguatan kelembagaan (LMDH), kegiatan fisik pelaksanaan rehabilitasi yang terdiri atas reboisasi dan pengkayaan, perlindungan hingga monitoring dan evaluasi.

Untuk diketahui PLTA UCPS memanfaatkan aliran sungai Cisokan, anak sungai Citarum dan dibangun mulai September 2022 berkapasitas 4 X 260 Mega Watt (MW). Dengan demikian, total kapasitas PLTA UCPS mencapai 1.040 MW dan menjadikannya sebagai PLTA terbesar di Indonesia, mengalah PLTA Cirata dengan kapasitas 1.008 MW.

PLTA UCPS memanfaatkan teknologi pumped storage dengan dua bendungan, atas dan bawah. Air yang berada di bendungan bawah akan dipompa ke bendungan atas ketika beban dari sistem interkoneksi Jawa-Bali sedang rendah. Air yang sudah ada di bendungan atas kemudian dialirkan melalui terowonngan menuju pembangkit.

PLTA UCPS menjadi bagian dari upaya PLN untuk mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca dan mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Berdasarkan rangkaian survei keanekaragaman hayati di sekitar area proyek PLTA UCPS, terdata adanya 36 spesies mamalia darat, 114 spesies burung, 48 spesies reptil, dan 17 spesies ikan. Lebih pentingnya lagi, temuan ini mencakup beberapa spesies yang termasuk dalam daftar Critically Endangered or Endangered (Terancam Kritis atau Genting) dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) (Trenggiling, Surili, dan Kukang Jawa). ***

More Articles