Kamis, 1 Januari 2026

Muktamar IMSA Ke-25 Menampilkan Islam yang Harmoni dan Toleransi di Amerika Serikat

Latest

- Advertisement -spot_img

1025 warga muslim Indonesia berkumpul di kota Atlanta, negara bagian Georgia, Amerika Serikat, pada 23 – 26 Desember 2025, dalam acara Muktamar Indonesian Muslim Society In America (IMSA) ke-25. Mereka datang dari berbagai kota di AS, antara lain, dari Tempe di Arizona, hingga New York, Chicago, Washington DC, Los Angeles, Houston, Urbana-Illinois hingga Tennessee dan Atlanta sendiri. Memberikan sambutan pada pembukaan Muktamar IMSA 2025 ini, antara lain, Menteri Tenaga Kerja RI, yang juga mantan Presiden IMSA, Professor Yassierli, President IMSA Aria Novianto, Ketua Dewan Penyantun IMSA Eko Prasetiawan dan Duta Besar RI, Indroyono Soesilo.

Dalam sambutannya, Dubes Indroyono Soesilo menegaskan bahwa kehadiran IMSA memperlihatkan keharmonisan dan wujud kerukunan umat muslim dari Indonesia di Amerika Serikat. Disamping itu, juga memperlihatkan kehidupan umat muslim Indonesia yang toleran di negara adidaya, yang multi-ras dan multi kultural ini. Ia juga mengingatkan tentang peran strategis diaspora dan generasi muda Indonesia dalam memperkuat hubungan Indonesia–Amerika Serikat melalui Muktamar IMSA ini. Dalam forum yang mempertemukan pemimpin komunitas, profesional, akademisi, dan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara bagian di AS, Dubes RI menekankan bahwa diaspora Indonesia menempati posisi penting dan unik sebagai people-to-people bridge antara Indonesia dan Amerika Serikat, dengan kontribusi nyata di bidang pendidikan, riset, inovasi, serta keterlibatan sosial dan profesional.

“Lebih dari 8.400 mahasiswa Indonesia saat ini menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Mereka adalah aset penting bagi masa depan kerja sama Indonesia–AS, khususnya di tengah meningkatnya kolaborasi di bidang riset, teknologi, dan ekonomi,” ujar Dubes Indroyono.

Dubes Indroyono juga mengapresiasi peran IMSA yang telah berkembang melampaui fungsi organisasi komunitas semata. IMSA dinilai menjadi ruang pembelajaran, dialog, dan pengabdian yang mengintegrasikan refleksi keagamaan dengan tanggung jawab sosial, sekaligus membantu mengoordinasikan potensi besar komunitas muslim Indonesia. Komitmen IMSA terhadap keterlibatan yang konstruktif — baik dengan komunitas Muslim maupun non-Muslim — dinilai berkontribusi positif bagi kohesi sosial di tengah masyarakat Amerika Serikat yang semakin beragam.

Sambutan pembukaan juga diisi dengan pengantar singkat dari Zabidi Yusoff, Presiden Malaysian Islamic Study Group (MISG), dan Aria Novianto, Presiden IMSA, yang menegaskan pentingnya kesinambungan kerja komunitas, pengembangan kepemimpinan muda, serta peran organisasi berbasis keagamaan dalam memperkuat kohesi sosial. Muktamar IMSA 2025 turut diwarnai penyerahan IMSA Awards 2025 kepada sejumlah tokoh komunitas atas dedikasi dan kepemimpinan mereka, serta penyerahan 80 mushaf Al-Qur’an dari Dubes Indroyono sebagai dukungan terhadap kegiatan edukasi dan pembinaan komunitas.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Indroyono membuka sesi panel mahasiswa bertema “Global Minds and National Future: Role of Indonesian Students and Diaspora in the US”. Dalam sesi ini, Dubes RI menekankan pentingnya kesiapan generasi muda Indonesia dalam membaca dinamika global, termasuk di bidang-bidang strategis, seperti sains dan teknologi, di tengah meningkatnya kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat yang membutuhkan sumber daya manusia dengan pemahaman lintas budaya dan lintas sistem.

Pelaksanaan Muktamar IMSA ke-25, Tahun 2025, turut didukung oleh kehadiran perwakilan KBRI Washington DC, KJRI Houston, dan KJRI Los Angeles, yang mencerminkan komitmen bersama Perwakilan RI di Amerika Serikat dalam mendukung kegiatan komunitas diaspora Indonesia. Di sela-sela Muktamar, kantor Atase Imigrasi KJRI Los Angeles menyelenggarakan layanan keimigrasian terpadu sebagai upaya mendekatkan pelayanan publik kepada Warga Negara Indonesia di Amerika Serikat.

Muktamar IMSA 2025 menegaskan posisi diaspora Muslim Indonesia sebagai bagian penting dari hubungan Indonesia–Amerika Serikat, dengan generasi mudanya berperan aktif membawa nilai keislaman, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial ke ruang global.***

- Advertisement -spot_img

More Articles