Kamis, 1 Januari 2026

Menteri LH Tekankan Pengelolaan Sampah dari Hulu pada World Cleanup Day 2025

Latest

- Advertisement -spot_img

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah sejak dari hulu.

Pernyataan ini disampaikan saat memimpin aksi bersih-bersih di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, dalam rangkaian peringatan World Cleanup Day 2025 yang digelar serentak di lebih dari 190 negara, Sabtu (20/9/2025).

Hanif menekankan bahwa pemerintah daerah perlu bertindak tegas menertibkan TPS liar, sementara masyarakat diminta lebih disiplin tidak membuang sampah sembarangan. Ia menilai beban TPA saat ini sudah sangat berat sehingga langkah pencegahan harus dimulai dari rumah.

“World Cleanup Day bukan hanya tentang memungut sampah sehari, tetapi membangun kesadaran kolektif. Dari kebiasaan sederhana memilah sampah, dampaknya sangat besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

KLH/BPLH mendorong penerapan ekonomi sirkular, tanggung jawab produsen melalui Extended Producer Responsibility (EPR), dan pembatasan plastik sekali pakai.

Hanif menegaskan aksi bersih-bersih hanyalah langkah awal, sementara konsistensi dalam menjalankan kebiasaan baik menjadi kunci keberhasilan.

Partisipasi masyarakat Desa Terate bersama aparat, komunitas, pelajar, dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan kekuatan gerakan kolektif.

Kehadiran Menteri Hanif memberi dorongan bahwa penanganan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama lintas sektor.

Pemerintah menargetkan pengurangan sampah plastik di laut hingga 70 persen pada 2025. Aksi di Serang disebut menjadi contoh nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil di tingkat lokal.

“Gerakan bersih-bersih tidak boleh berhenti di satu hari, melainkan menjadi kebiasaan bersama demi mewariskan lingkungan sehat bagi generasi mendatang,” pungkas Hanif.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles