Jumat, 2 Januari 2026

Menjalin Kerjasama dengan Anggota Konggres Amerika Serikat

Latest

- Advertisement -spot_img

Sebagai negara demokrasi terbesar di Dunia, Amerika Serikat (AS) menerapkan sistem demokrasi tiga pilar, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang permanen dan seimbang. Sistem yudikatifnya sangat independen, sedang sistem eksekutif dan legislatif-nya saling berimbang dan saling mengontrol.

Memang, ada tambahan satu pilar lagi yang terus mengontrol ketiga pilar tadi, yaitu sistem pers & media yang bebas. Seorang Duta Besar yang mewakili Indonesia harus bisa bermitra dengan lembaga eksekutif, baik di pemerintah Federal AS maupun di pemerintah Negara Bagian AS, harus bisa menjalin hubungan dengan para anggota konggres dan senator AS, juga dengan para pakar universitas dan lembaga think tank, serta dengan dunia usaha AS.

Duta Besar RI, Indroyono Soesilo, sejak sebulan terakhir, mulai menjalin hubungan dengan para anggota parlemen, atau anggota konggres, yang bermarkas di gedung parlemen AS, The Capitol Hill – Washington DC, guna memperkenalkan berbagai kebijakan Pemerintah Indonesia kepada para anggota konggres, sekaligus memperoleh kesepahaman, mengingat para anggota konggres AS ini juga mempunyai mitra di Pemerintah Federal AS, serta memiliki konstituen di negara negara bagian masing masing.

Dengan anggota konggres Ami Berra (Partai Demokrat) asal California, dibahas posisi Indonesia dan Negara Bagian California yang sama-sama berada di tepian Samudera Pasifik, dengan kesamaan budaya warganya yang mirip, mengingat banyak warga Asia, termasuk Indonesia, yang tinggal di California.

Diharapkan, kerjasama antara University of California – Davis dengan Indonesia bisa lebih dikembangkan, mengingat Universitas ini sudah memiliki kerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Indonesia. Juga program kerja sama Sister City antara Kota Jakarta Raya dan Los Angeles di Calfornia, kiranya bisa lebih dipacu.

Dengan anggota konggres Ed Case ( Partai Demokrat) dari Negara Bagian Hawaii, Dubes Indroyono membahas tentang posisi strategis Indonesia di kawasan Pasifik, serta upaya untuk terus menjamin wilayah ini sebagai zona aman dan damai agar pembangunan bisa terus berlanjut.

Anggota konggres Ed Case menanggapi tentang dinamika di Laut Cina Selatan dan menyadari bahwa perhatian AS terhadap Indonesia masih harus ditingkatkan lagi. Ia menyarankan kiranya kerjasama dengan East West Center yang berpusat di Honolulu, Hawaii agar dijalin lebih kuat lagi, serta mengundang Dubes RI untuk berkunjung ke US Pacific Command, di Honolulu.

“Kami membutuhkan banyak kayu meranti dari Indonesia untuk industri mobil rekreasi di negara bagian kami”, demikian disampaikan anggota konggres Rudy Yakym (Partai Republik) asal negara bagian Indiana, saat memulai pembicaraan dengan Dubes Indroyono.

Ia menambahkan bahwa industri mobil rekreasi di Indiana sangat membutuhkan plywoods dan moulded woods dari kayu meranti Indonesia. Anggota konggres AS, yang juga merupakan anggota Congressional Friends of Indonesia Caucus ini, menyatakan akan mendukung segala kelancaran birokrasi dan regulasi agar impor kayu meranti dari Indonesia ini dapat tiba di Indiana secara tepat volume dan tepat waktu.

Dubes Indroyono menanggapi positif harapan anggota konggres Rudy Yakym dan menjajikan akan menggelar Lokakarya di Bloomington – Indiana, dengan menghadirkan Delegasi RI, para pengambil keputusan dan para pengusaha kayu, usai mereka menghadiri United Nations Forum on Forest (UNFF) di PBB New York, Mei 2026.

Dengan anggota konggres Young Kim (Partai Republik) asal Negara Bagian California, Dubes Indroyono menegaskan kembali posisi Indonesia sebagai negara demokrasi yang moderat dan menjadi jangkar di ASEAN.

Sebagai Ketua Sub-Komite Indo-Pasifik di Konggress AS, anggota konggres AS Young Kim sangat menyadari akan pentingnya Indonesia, apalagi saat ini sedang banyak dibahas tentang isu mineral kritis, dimana Indonesia diprakirakan memiliki cadangan mineral logam tanah jarang (rare earth elements – REE) yang potensial.

Dengan anggota konggres Carol Miller (Partai Republik) dari Negara Bagian West Virginia, Duta Besar Indroyono dan Dirjen Kawasan Amerika & Eropa, Kementerian Luar Negeri, Kamaprapdipta Ismono, membahas tentang implementasi US – Indonesia Comprehensive Strategic Partnership yang ditanda-tangani tahun 2023, termasuk kerjasama industri minyakbumi, gasbumi dan batubara yang merupakan sumberdaya unggulan negara bagian West Virginia.

Anggota konggress Carol Miller, yang juga menjabat Ketua Kaukus Indonesia di Konggres AS, berjanji untuk lebih menggalang dukungan kebijakan luar negeri AS, utamanya dengan Indonesia.

Duta Besar Indroyono juga menyampaikan kepada para anggota konggres dan senator AS kiranya dapat berkunjung ke Indonesia pada tahun 2026 yad, dengan harapan pula agar semakin banyak anggota konggres dan senator AS yang bergabung dalam Congressional Friends of Indonesia Caucus.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles