Pemerintah Kota Madiun membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengelolaan sampah dengan menggandeng Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Denmark.
Diskusi daring berlangsung langsung dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, Jumat (18/7/2025), dan membahas potensi kerja sama teknologi pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Wali Kota Madiun, Maidi, memimpin forum tersebut dengan memaparkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan di wilayahnya.
Kota Madiun, dengan jumlah penduduk sekitar 202 ribu jiwa, setiap hari menghasilkan sampah mencapai 120 ton atau setara 3.200 ton per bulan. Kondisi ini mendorong perlunya solusi pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kami ingin mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya efisien tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Teknologi dari Denmark bisa menjadi jawaban atas tantangan tersebut,” ujar Maidi dalam keterangan resminya.
KBRI Kopenhagen, melalui diplomat Rully Fachruddin Sukarno, menyatakan siap menjadi penghubung antara Pemerintah Kota Madiun dan mitra potensial di Denmark.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi dan keahlian dalam mengelola sampah secara ekologis.
“Kami siap memfasilitasi komunikasi lanjutan dengan mitra di Denmark, khususnya yang memiliki teknologi pengolahan sampah berstandar Eropa,” terang Rully.
Menindaklanjuti forum tersebut, Wali Kota Madiun juga berencana menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia guna menyelaraskan program pengelolaan sampah ini dengan kebijakan nasional bidang kehutanan dan lingkungan hidup.
Kolaborasi internasional semacam ini menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi teknologi hijau di tingkat lokal, sekaligus berkontribusi terhadap upaya nasional dalam menjaga ekosistem dan mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan akibat pencemaran sampah. ***



