Washington, D.C. pada 20 November 2025 menyelenggarakan webinar bertajuk “The Future of Urban Indonesia: Pathways to Inclusion, Resilience, and Innovation.”
Acara menghadirkan diskusi mendalam mengenai tantangan urbanisasi Indonesia serta peluang kolaborasi Indonesia–AS dalam pembangunan perkotaan. Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, membuka acara dengan menegaskan pentingnya visi pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan.
“Kota-kota Indonesia berkembang pesat, dan transformasi ini harus dibarengi dengan perencanaan yang manusiawi, tangguh, dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dubes.
Dalam webinar yang diikuti 135 ahli perkotaan dari Indonesia dan AS, Professor. Deden Rukmana, alumnus ITB yang saat ini mengajar di University of Texas- Arlington, memaparkan temuan penelitiannya mengenai integrasi kampung kota, tata kelola metropolitan, ketahanan iklim, serta potensi Indonesia menjadi model global dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.
Ia menegaskan, “Jika Indonesia mampu memadukan teknologi, pengetahuan lokal, dan perencanaan yang inklusif, kita dapat menjadi role model dalam urbanisme berkelanjutan di dunia.”. Professor Deden Rukmana, yang juga menjabat Director, Master of City & Regional Planning di University of Texas – Arlington, telah membuat tiga buku penting tentang perencanaan kota dan kawasan, yaitu: “Planning Theory & Practice”, “The Routledge Handbook of Planning Megacities in the Global South”, dan “The Routledge Handbook of Urban Indonesia”.
Pada sesi penutup, Dubes Indroyono menyimpulkan lima isu perkotaan kritis yang memerlukan perhatian segera, yakni perumahan, polusi, transportasi, limbah, dan air minum, serta mendorong tindak lanjut berbasis studi kasus dari penelitian Prof. Deden untuk masing-masing dimaksud guna direkomendasikan kepada para walikota di Indonesia.
Disoroti pula pentingnya memperkuat inisiatif sister city, seperti yang telah berlangsung antara kota Bandung dengan kota Fortworth di Texas, antara Jakarta dengan Los Angeles, antara Palembang dengan Houston, Texas, antara Cirebon dengan Austin, Texas, antara Bogor dengan Saint Louis, Missouri dan antara Surabaya dengan Seattle, Washington. Disamping itu pula tengah dijajagi terbentuknya sister city antara Jakarta dengan New York.
KBRI Washington, D.C. akan menindaklanjuti rekomendasi yang muncul, termasuk penguatan kerja sama riset, koordinasi kebijakan dengan kementerian terkait di Indonesia, serta pengembangan hubungan sister city yang strategis.
KBRI tetap berkomitmen memfasilitasi pertukaran keahlian antara Indonesia dan Amerika Serikat guna mendukung pembangunan perkotaan yang inklusif, tangguh, dan inovatif.
***



