Kolaborasi Indonesia dan Korea mempercepat pengembangan Center of Excellence (CoE) Manggala Agni di Daops Sumatera XVII/OKI melalui kunjungan delegasi Korea Forest Service pada Senin, 8 Desember 2025.
Delegasi dipimpin Direktur Global Forest Resources Division, Cha Junhee, bersama Kepala Subdirektorat Penanggulangan Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Israr Albar, untuk meninjau kesiapan fasilitas dan personel dalam pengendalian kebakaran hutan berbasis iklim.
Delegasi memeriksa progres pembangunan sarana CoE, penguatan kapasitas lapangan, serta kesiapan Manggala Agni menghadapi risiko kebakaran di lahan gambut. Pengembangan CoE ini menjadi bagian dari proyek “Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera, Indonesia”, yang mencakup pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel, penyediaan sarana prasarana, dan pengembangan sistem ICT untuk deteksi dini.
Pada saat bersamaan, pelatihan pemetaan berbasis drone tingkat lanjutan berlangsung bagi personel Manggala Agni dari beberapa Daops. Pelatihan ini memperkuat kemampuan pemetaan area rawan kebakaran dan pemantauan titik api melalui citra udara sebagai bagian dari strategi pencegahan kebakaran hutan di kawasan gambut.
Israr Albar menyatakan bahwa kunjungan tersebut menunjukkan keseriusan kedua negara dalam memperkuat sistem pengendalian kebakaran hutan.
“Kami menyambut baik kehadiran Korea Forest Service yang dapat melihat langsung kemajuan proyek sejak 2023. Kolaborasi ini menjadi landasan penting dalam membangun kapasitas Manggala Agni menghadapi ancaman kebakaran gambut,” ujarnya.
Cha Junhee menegaskan komitmen Korea untuk memperluas kerja sama jangka panjang di sektor kehutanan. “Kami mengapresiasi Indonesia dan Manggala Agni sebagai ujung tombak pengendalian kebakaran hutan. Kami berharap kolaborasi ini terus berkembang melalui program yang mendukung pencegahan, pemulihan ekosistem gambut, dan inovasi teknologi,” kata Cha.
Pengembangan CoE Manggala Agni diarahkan menjadi model kerja sama internasional yang mengintegrasikan pencegahan, pemadaman, hingga pemulihan ekosistem.
Pemerintah Indonesia dan Korea melalui Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) menegaskan komitmen transfer pengetahuan dan penguatan kapasitas untuk merespons krisis iklim.
Kerja sama kehutanan Indonesia-Korea telah berlangsung sejak 1973 dan diperkuat dengan pendirian KIFC pada 2010. Berbagai program telah berjalan, termasuk Sentul Eco-Edu Tourism Forest di Bogor, Rumpin Seed Source and Nursery Center, pengembangan Tunak Ecotourism Park di NTB, serta restorasi lahan gambut bekas terbakar di Jambi.
***



