Jumat, 2 Januari 2026

Kementerian Kehutanan Sampaikan Rasa Duka Atas Meninggalnya Pendaki Gunung Asal Brasil

Latest

- Advertisement -spot_img

Tim gabungan telah berhasil mengevakuasi jenazah Juliana Marins (JDSP), turis asal Brasil yang jatuh ke jurang di jalur menuju puncak Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas meninggalnya Juliana Marins.

“Atas nama Kementerian Kehutanan kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Juliana Marins pendaki asal Brasil. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras di lapangan,” ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko, dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).

Diketahui jenazah Juliana sebelumnya dilaporkan berada di dasar jurang pada kedalaman sekitar 600 meter.

Dalam evakuasi Tim SAR gabungan harus membawa jenazah naik ke Pelawangan yang merupakan salah satu titik aman di jalur pendakian, sebelum dibawa kembali menuju Sembalun.

Evakuasi telah dilakukan secara maksimal dengan berbagai upaya mulai dari teknik turun tebing hingga percobaan penerbangan helikopter.

Namun dalam proses evakuasi Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan sempat mengalami kendala mulai dari medan yang sulit hingga cuaca buruk yang kerap terjadi.

“Meski sempat mengalami kendala karena cuaca dan kondisi medan yang sulit, namun proses evakuasi dilakukan secara maksimal dan Alhamdulillah proses evakuasi akhirnya selesai dilakukan,” tuturnya.

Berdasarkan laporan dari Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Yarman, korban berhasil diangkat dari dasar jurang pada Rabu pukul 13.51 Wita.

Jenazah korban lantas dibawa ke Resort Sembalun untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Nusa Tenggara Barat.


Satyawan lantas mengajak para pendaki untuk mengedepankan keselamatan dan menyiapkan kelengkapan dalam proses pendakian.

Kemenhut sendiri disebut akan terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana. “Kepada para pendaki mohon untuk berhati-hati dalam mendaki, utamakan keselamatan, safety first,” ujar Satyawan. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles