Jumat, 24 Mei 2024

Karhutla di OKI Sumsel Terjadi di Lahan Konsesi Pailit, Menteri LHK: Tidak akan Dibiarkan Terbakar

Latest

- Advertisement -spot_img

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memantau langsung upaya Manggala Agni mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Minggu, 12 November 2023.

Upaya pemadaman karhutla di lokasi itu sudah dilakukan selama 68 hari.

Menurut Menteri LHK, kebakaran di OKI yang terjadi di lahan gambut menjadi berbahaya karena bisa lama dan sulit dipadamkan; dan asapnya bisa sangat banyak bahkan bisa sampai melintas batas negara.

“Sumatera Selatan memiliki wilayah gambut yang luas, yang terbakar ini adalah wilayah konsesi yang pailit, dan sedang dalam proses kepailitan dan akan dicarikan langkah dan tidak bisa dibiarkan terbakar,” jelas Siti Nurbaya.

Manggala Agni sudah berjuang memadamkan api di Desa Jungkal sejak awal September 2023. Dari total 109.000 hektare hutan dan lahan terbakar di Sumsel sepanjang Januari-Oktober 2023, kejadian terparah ada di Desa Jungkal.

Operasi pemadaman sudah dimulai sejak 9 September 2023. Namun, kebakaran tetap meluas hingga mencapai 6.000 hektare. Kebakaran di lokasi ini menyumbang polusi asap terbesar di Sumsel, terutama ke Palembang dan sekitarnya. Bahkan, asap mencapai provinsi tetangga, seperti Jambi dan Riau.

Secara teknis, karhutla di Desa Jungkal terbilang sulit diatasi. Kondisinya berupa lahan gambut dalam, rata-rata 6 meter. Semakin sulit karena sumber air untuk pemadaman minim. Angin kencang juga berubah-ubah arah.

Menteri Siti mengatakan bahwa harus ada pengamanan lebih lanjut. Tidak cukup hanya melakukan pemadaman karhutla. Harus ada aspek tata kelola lahan yang perlu lebih ketat dikontrol.

Siti menambahkan, ada tiga aspek dalam pengendalian untuk pencegahan secara permanen atas karhutla dan hal itu telah kita laksanakan sejak 2020, sesuai dengan arahan presiden.

Tiga aspek yang disebutkan Siti Nurbaya dilakukan dengan pertama, pengendalian dan analisis iklim/cuaca dengan memantau pergerakan cuaca lalu dikembangkan dalam analisis wilayah di lokasi rawan karhutla untuk menentukan lokasi operasi modifikasi cuaca alias hujan buatan.

Kedua, melakukan pengendalian operasional melalui satgas terpadu yang melibatkan KLHK, BNPB, BRIN, BMKG, TNI, Polri, Kemendagri, pemerintah daerah serta komunitas masyarakat setempat. Tugas dari satgas ini adalah menggelar deteksi dini serta melakukan kesiapan pemadaman di darat dan udara. Termasuk di dalamnya adalah melakukan sosialisasi dan penegakan hukum.

Upaya ketiga adalah melalui pengendalian dan pengelolaan landscape atau peruntukan lahan. Melakukan pembinaan kepada pemilik konsesi lahan dan bisnis kehutanan. Di dalamnya juga termasuk merangkul pertanian tradisional yang kerap melakukan pembakaran saat membuka lahan atau pasca panen.

_________

Selain itu, Siti Nurbaya juga mengungkapkan solidnya koordinasi dan kerja lapangan yang dilakukan bersama dengan Pemda, TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.

Pada kesempatan itu juga Menteri LHK menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Gubernur Agus Fathoni atas kerjasama dan koordinasi yang baik di Sumsel, juga terima kasih kepada dunia usaha yang telah saling membantu. ***

More Articles