Senin, 17 Juni 2024

Paviliun Indonesia COP28 Bahas Penurunan Emisi GRK dari Sektor Energi dan Sampah

Latest

- Advertisement -spot_img

Paviliun Indonesia pada konferensi perubahan iklim Conference of Parties (COP) United Nation Framework Convention on Climate Change ke 28 (COP28 UNFCCC) di Dubai Uni Emirat Arab resmi dibuka oleh Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, Kamis, 30 November 2023.

Mengusung tema “Indonesia’s Climate Actions: Inspiring the World”, Paviliun Indonesia akan membahas mendalam isu penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi dan sampah selain dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Sektor-sektor tersebut, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya tersebut sangat penting dalam konfigurasi penurunan emisi GRK Indonesia. ”Sektor-sektor itu berkontribusi pada pengurangan riil emisi GRK Indonesia sebesar 42,1% pada tahun 2023 dibandingkan business as usual,” katanya saat menyampaikan sambutan pembukaan Paviliun Indonesia.

Sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Use/FOLU) tetap menjadi kontributor terbesar dalam pengurangan emisi GRK Indonesia mencapai 60%. Indonesia juga telah memiliki rencana operasi untuk melaksanakan agenda FOLU Net Sink 2030, dengan target tingkat penyerapan GRK dari sektor FOLU lebih tinggi  dibandingkan emisinya.

Menteri Siti optimis, target FOLU Net Sink 2030 akan tercapai. Pasalnya Indonesia telah berhasil menurunkan deforestasi dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia juga menunjukkan kepemimpinan dalam aksi iklim ketika fenomena kekeringan El Nino terjadi pada tahun ini karena kasus kebakaran gambut berhasil dikendalikan dan tidak menyebabkan asap lintas batas.

“Capaian itu bukan autopilot tapi hasil dari upaya konkret di lapangan termasuk ketika pandemi Covid-19 terjadi,” kata Menteri.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengajak semua pihak untuk mendukung pencapaian komitmen penurunan emisi GRK yang sudah dicanangkan Indonesia. “Bukan hanya kita, tetapi juga korporasi dan LSM untuk bersama-sama mewujudkan  landasan konstitusional yaitu menyediakan lingkungan hidup yang baik,” katanya.

Sementara itu Penanggung Jawab Paviliun Indonesia, Pelaksana Tugas Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto menjelaskan Paviliun Indonesia pada COP28 akan berlangsung pada 30 November – 11 Desember.

Dia menjelaskan, Paviliun Indonesia merupakan sarana soft diplomacy untuk menyuarakan aksi, strategi, dan inovasi Indonesia kepada dunia Internasional, sebagai wujud nyata Bersama-sama memimpin aksi iklim.

“Paviliun Indonesia bertujuan untuk mempromosikan praktik terbaik yang diterapkan secara kolaboratif oleh para pihak di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” kata Agus.

Paviliun Indonesia juga membuka akan membuka kesempatan bagi para pihak untuk mengeksplorasi ide peluang, dan jejaring kerja dalam konteks penguatan upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia.

Adapun aktivitas yang diselenggarakan di Paviliun Indonesia adalah pameran aksi iklim yang ditampilkan secara offline maupun virtual. Paviliun Indonesia juga akan menyelenggarakan sesi talkshow menampilkan perkembangan terkini aksi iklim yang dilakukan oleh pemerintah dan semua pihak. 

Akan ada joint sessions berupa diskusi bersama mitra strategis dan negara-negara sahabat Indonesia. Kemudian ada Eminent Person Sessions yang menampilkan tokoh dunia di bidang pengendalian perubahan iklim. Paviliun Indonesia juga akan menampilkan pertunjukan seni dan budaya sebagai ajang promosi kepada masyarakat dunia.

“Sebanyak 379 pembicara akan tampil 77 sesi panel yang diselenggarakan di Paviliun Indonesia,” kata Agus. ***

More Articles