Indonesia menunjukkan kepemimpinan kuatnya dalam upaya konservasi dan manajemen hutan pada tingkat regional pada Pertemuan Pejabat Senior Kehutanan ASEAN (ASOF) ke-28.
Delegasi Indonesia, yang diketuai Dida Mighfar Ridha, Staf Ahli Menteri Kehutanan bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional, memainkan peran sentral dalam diskusi yang berlangsung di Luang Prabang, Laos, 7-8 Agustus 2025.
Dalam intervensinya, Dida Mighfar Ridha menekankan pentingnya kolaborasi dan berbagi pengalaman. “ASEAN harus bersatu untuk mengatasi tantangan kehutanan, termasuk perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat, melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” katanya.
ASOF ke-28 dinilai menjadi platform penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kerja sama.
Salah satu sorotan utama dari kontribusi Indonesia adalah komitmen dalam upaya rehabilitasi hutan mangrove.
Sebagai negara yang memiliki hampir seperempat dari total hutan bakau dunia, Indonesia siap untuk memimpin inisiatif blue carbon global.
Dalam laporannya, delegasi Indonesia memaparkan berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan di tingkat nasional.
Ini mencakup program rehabilitasi mangrove nasional yang berkelanjutan, pengembangan pusat-pusat mangrove untuk penelitian dan ekowisata, serta inovasi teknologi dalam bidang kehutanan.
Berbagai capaian ini menunjukkan komitmen serius Indonesia dalam mengelola sumber daya hutan, yang mendapat apresiasi dari negara-negara peserta lainnya.
Dida juga menekankan pentingnya menjaga momentum kerja sama ini untuk memastikan keberlanjutan proyek-proyek kehutanan yang ada.
Kehadiran Dida Mighfar Ridha bersama delegasi Indonesia di ASOF ke-28 menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman dan memimpin upaya kolektif menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan khususnya di tingkat ASEAN.
Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai motor penggerak yang mendorong kolaborasi nyata, menginspirasi negara lain, dan meletakkan dasar bagi kebijakan kehutanan ASEAN yang lebih kuat dan berorientasi pada aksi. ***



