Kamis, 1 Januari 2026

Indonesia dan UNEP Sepakat Perkuat Kolaborasi Global di Bidang Kehutanan

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memperkuat kerja sama internasional di bidang kehutanan dan lingkungan hidup melalui pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan Direktur Eksekutif United Nations Environment Programme (UNEP) Inger Andersen di Kantor UNEP, Belem, Brasil, Minggu (10/11/2025), dalam rangkaian kegiatan COP30 UNFCCC.

Dalam pertemuan tersebut, Rohmat Marzuki menyampaikan apresiasi terhadap dukungan UNEP dalam berbagai inisiatif lingkungan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kerja sama kedua pihak yang telah dirintis melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada Oktober 2024 menjadi dasar penting bagi penguatan kemitraan pasca-transisi kelembagaan.

“Kolaborasi Indonesia dan UNEP merupakan langkah strategis untuk memperkuat aksi global dalam perlindungan hutan, mitigasi perubahan iklim, serta pemberdayaan masyarakat yang menggantungkan hidup pada hutan,” ujar Rohmat.

Wamenhut menjelaskan tiga fokus prioritas Kementerian Kehutanan saat ini, yaitu penguatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pengembangan model multiusaha kehutanan, serta percepatan pengakuan dan pemberdayaan hutan sosial dan hutan adat. Ia juga menegaskan bahwa program Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net Sink 2030 tetap menjadi agenda strategis nasional untuk mencapai target net zero emission di sektor kehutanan pada 2030.

Dalam pembahasan, Rohmat meminta dukungan UNEP dalam memperkuat implementasi program FOLU Net Sink 2030, terutama pada bidang restorasi hutan dan lahan gambut, peningkatan sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), penguatan safeguards sosial dan lingkungan, serta pengembangan pembiayaan inovatif untuk mendukung mekanisme REDD+.

Selain itu, Indonesia menyampaikan visinya untuk menjadi pusat dan pasar karbon global dengan memanfaatkan potensi besar hutan tropis sebagai pilar utama inovasi, pertukaran pengetahuan, dan investasi berbasis karbon berkelanjutan.

Wamenhut juga menyoroti pentingnya memperkuat peran International Tropical Peatlands Center (ITPC) sebagai pusat pengembangan metodologi penghitungan karbon, pencegahan kebakaran gambut, dan penghidupan berbasis restorasi.

“Kami percaya kemitraan yang diperbarui antara Indonesia dan UNEP akan memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam aksi iklim global, sekaligus memastikan pengelolaan hutan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tegas Rohmat Marzuki.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles