Selasa, 10 Februari 2026

India Dorong Pengelolaan Pohon di Luar Kawasan Hutan Lewat Sertifikasi TOF

Latest

- Advertisement -spot_img

Jammu & Kashmir Poplar Farming Association (JKPFA) mencatatkan tonggak baru dalam pengelolaan pohon berkelanjutan di India setelah menjadi organisasi pertama di negara tersebut yang memperoleh sertifikasi Trees outside Forests (TOF) dari NCCF/PEFC. Sertifikasi ini mencakup 168 petani kecil yang mengelola lahan seluas 116,96 hektare di wilayah Lembah Kashmir.

JKPFA menghimpun para petani poplar yang selama ini menanam pohon di lahan pertanian, baik dalam bentuk blok tanaman maupun di sepanjang batas lahan. Praktik ini memungkinkan pohon poplar tumbuh berdampingan dengan tanaman pangan tanpa mengganggu produksi pertanian. Di India, poplar memiliki peran strategis sebagai bahan baku utama industri pensil dan termasuk kategori pohon di luar kawasan hutan sehingga tidak memerlukan izin penebangan dari otoritas kehutanan.

Di Desa Pulwama, yang dikenal luas sebagai “Desa Pensil India”, budidaya poplar telah lama menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Melalui JKPFA, para petani membangun sistem koperasi yang memungkinkan mereka mengelola rantai pasok secara kolektif, mulai dari pengadaan, pengolahan, hingga penjualan kayu poplar langsung ke pabrikan. Kayu hasil panen diolah menjadi bilah kayu yang menjadi bahan baku inti pembuatan pensil.

Ketua JKPFA menyatakan bahwa sertifikasi TOF memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani. “Sertifikasi ini menghadirkan transparansi dan ketertelusuran, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kayu yang kami hasilkan. Petani kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat,” ujarnya.

Sertifikasi NCCF/PEFC TOF memastikan bahwa kayu yang diproduksi berasal dari pengelolaan pohon yang berkelanjutan. Skema ini tidak hanya memperluas akses pasar bagi petani kecil, tetapi juga mendorong ketahanan ekonomi, penciptaan lapangan kerja lokal, serta pemberdayaan komunitas. Budidaya poplar kini berkembang sebagai sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi pada restorasi lingkungan dan penyerapan karbon.

Transformasi ini turut didukung oleh Hindustan Pencils Pvt. Ltd. (HPPL), produsen pensil terbesar di India. Perusahaan tersebut menjalin kemitraan dengan JKPFA sebagai bagian dari komitmen pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab. HPPL berperan aktif dalam pengorganisasian petani, peningkatan kapasitas teknis terkait standar sertifikasi, serta pendampingan dokumentasi dan audit.

Perwakilan HPPL menyampaikan bahwa keterlibatan sektor swasta menjadi kunci penguatan rantai pasok berkelanjutan. “Kami melihat sertifikasi sebagai investasi jangka panjang, tidak hanya bagi keberlanjutan bisnis, tetapi juga bagi kesejahteraan komunitas petani,” katanya.

Capaian JKPFA dinilai menjadi model penting bagi pengelolaan kehutanan berbasis komunitas di India. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa petani kecil, ketika terorganisasi dan mendapatkan dukungan yang tepat, mampu memenuhi standar sertifikasi internasional, mengakses pasar yang bertanggung jawab, serta berkontribusi pada tujuan keberlanjutan global.

Melalui perluasan sertifikasi PEFC ke kategori Trees outside Forests, India mulai mengadopsi pendekatan tata kelola yang lebih inklusif, dengan mengakui bahwa setiap pohon, baik di kawasan hutan maupun di lahan pertanian, merupakan bagian dari modal alam yang perlu dikelola secara berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles