Senin, 17 Juni 2024

FSC Tangguhkan Sertifikat di Rusia dan Belarusia, Bagaimana Nasib Pemegang Sertifikasi?

Latest

- Advertisement -spot_img

Menyusul PEFC, pengembang sertifikasi kayu lestari FSC (Forest Stewardship Council) juga menangguhkan semua sertifikat FSC di Rusia dan Belarusia terkait invasi yang dilakukan pada Ukraina.

FSC juga memblokir kayu dari Rusia dan Belarusia sebagai bahan baku produk bersertifikat FSC.

Demikian keputusan dewan Direksi Internasional FSC, seperti dikutip forestinsights.id dari laman resminya, Minggu 13 Maret 2022.

Dalam pernyataannya, FSC menyatakan sangat prihatin dengan invasi agresif Rusia ke Ukraina dan berdiri dalam solidaritas dengan semua korban kekerasan ini.

“Dengan komitmen penuh terhadap misi dan standar FSC, dan setelah analisis menyeluruh tentang dampak potensial pencabutan sertifikasi FSC, Dewan Direksi Internasional FSC telah setuju untuk menangguhkan semua sertifikat perdagangan di Rusia dan Belarusia dan memblokir semua sumber kayu yang dikendalikan dari dua negara,” tulis pernyataan tersebut.

Ini berarti bahwa semua sertifikat di Rusia dan Belarusia yang mengizinkan penjualan atau promosi sebagai produk FSC ditangguhkan.

Selain itu, semua sumber produk hutan yang dikendalikan dari kedua negara itu diblokir. Setelah penangguhan dan pemblokiran ini efektif, kayu dan produk hutan lainnya tidak dapat lagi perdagangkan sebagai bersertifikat FSC atau sebagai bahan baku dari Rusia dan Belarusia untuk dimasukkan ke dalam produk FSC di mana pun di dunia.

FSC akan terus memantau situasi dengan cermat dan siap mengambil tindakan tambahan untuk melindungi integritas sistemnya.

“Semua perhatian kami bersama Ukraina dan rakyatnya, dan kami berbagi harapan mereka untuk kembali ke perdamaian. Kami juga menyampaikan simpati kami kepada orang-orang di Belarusia dan Rusia yang tidak menginginkan perang ini,” kata Direktur Jenderal FSC, Kim Carstensen.

Untuk terus melindungi hutan di Rusia, FSC akan memberikan pilihan kepada pemegang sertifikat pengelolaan hutan di Rusia untuk mempertahankan sertifikasi pengelolaan hutan FSC mereka, tetapi tidak ada izin untuk memperdagangkan atau menjual kayu bersertifikat FSC.

“Kita harus bertindak melawan agresi; pada saat yang sama, kita harus memenuhi misi kita untuk melindungi hutan. Kami percaya bahwa menghentikan semua perdagangan bahan bersertifikat dan terkontrol FSC, dan pada saat yang sama mempertahankan opsi pengelolaan hutan sesuai standar FSC, memenuhi kedua kebutuhan ini,” kata Carstensen. ***

More Articles