Jumat, 2 Januari 2026

Ekonomi Digital Indonesia Terbesar di Asia Tenggara

Latest

- Advertisement -spot_img

Pada tahun 2025 ini, ekonomi digital Indonesia meningkat hingga dua digit di semua sektor, dan hampir mencapai US$ 100 miliar. Data yang dihimpun oleh Google, Temasek dan Bain & Co. memperlihatkan bahwa ekonomi digital di tanah air, pada tahun 2025, secara keseluruhan mencapai US$ 99 miliar, naik 14% dibanding tahun 2024 lalu.

Apabila dirinci, ekonomi digital terbesar datang dari e-commerce, atau transaksi elektronik, yang mencapai US$ 71 miliar, disusul transaksi bidang transportasi dan makanan sebesar US$ 10 miliar, kemudian sektor perjalanan online sebesar US$ 9 miliar dan media online mencapai US$ 9 miliar.

Hal-hal diatas disampaikan oleh Sapna Chadha, Vice President Google Corp. pada Pertemuan E-Conomy In Southeast Asia 2025, yang digelar US Chamber of Commerce, dan dihadiri para Duta Besar Negara Negara ASEAN, termasuk Duta Besar RI, Indroyono Soesilo, serta para industrialis Amerika Serikat, di Washington DC.,10 Desember 2025 lalu.

Hasil survey tentang pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga memperlihatkan bahwa transaksi video commerce melonjak 75% menjadi 800.000 video, meningkat 90% , dengan volume transaksi mencapai US$ 2.8 milyar per-tahunnya.

Posisi tiga teratas transaksi video commerce diduduki fashion dan aksesori (28%), disusul perawatan diri & kecantikan (20%) dan ponsel serta barang elektronik (10%). Tren ini secara fundamental mengubah perilaku konsumen dan menciptakan peluang baru yang signifikan bagi penjual maupun platform.

Jasa keuangan digital juga tumbuh sangat cepat di Indonesia, termasuk penggunaan sistem QRIS untuk bertransaksi. QRIS sebagai teknologi keuangan digital karya bangsa Indonesia ini, sekarang telah digunakan pula di beberapa negara di Asia. Jasa Keuangan Digital di Indonesia juga mencakup pembayaran digital, pinjaman online, investasi online, serta asuransi online, yang kesemuanya bertumbuh hingga 2-digit pertahunnya.

Pasar digital gaming/permainan di Indonesia juga tumbuh pesat, mencapai 40% download, dengan pemasukan mencapai 35% dari total pemasukkan. Survey juga memperlihatkan bahwa Pemerintah RI mendukung pengembangan perangkat digital gaming dengan memberikan insentif, menyusun Peta Jalan Digital Gaming, serta membangun pusat pusat inovasi gaming/permainan di beberapa kota di Indonesia.

Yang menarik dalam survey ini adalah tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. Ternyata, dengan menggunakan AI, pemasukan dari berbagai kegiatan komersial bisa tumbuh hingga 127% pertahun, walaupun investasi AI di Indonesia baru mencapai 4% dari total investasi AI di negara-negara ASEAN.

Survey juga memperlihatkan bahwa 80% masyarakat Indonesia yang di survey menggunakan AI setiap harinya, termasuk bertannya lewat AI Chatbots (68%), dan AI membantu untuk pengambilan keputusan (50%).

Indonesia merupakan pasar terbesar ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan penduduk sebanyak 285 juta jiwa maka berbagai perusahaan teknologi digital Dunia berupaya masuk dan berinvestasi di Indonesia melalui pembangunan pusat pusat data digital, mengingat pasar domestik yang besar, serta diharapkan dari Indonesia dapat merambah pasar ASEAN yang berpenduduk 700 juta jiwa.

Tinggal pihak Indonesia perlu bersiap dengan regulasi yang menarik, sekaligus persiapan infrastruktur listrik serta air yang cukup, disamping ketersediaan sumberdaya manusia yang mumpuni.

- Advertisement -spot_img

More Articles