Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, bersama Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, melakukan kunjungan kerja ke University of California, Davis (UC Davis) pada 14 November 2025.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring kemitraan Indonesia–Amerika Serikat, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Setibanya di UC Davis, rombongan disambut oleh para pimpinan universitas, termasuk Sarah Olson, Direktur Kemitraan Global; Ermias Kebreab, Wakil Dekan Bidang Global Engagement pada College of Agricultural and Environmental Sciences yang memimpin berbagai program kerja sama dengan Indonesia; Dr. Tonya Kuhl, Profesor Teknik Kimia sekaligus Wakil Direktur UC Davis Coffee Center; Dr. Nancy Allen, pakar pengembangan internasional dan evaluasi program strategis sektor pertanian; serta Prof. Jean-Xavier Guinard, ahli ilmu sensori dan analisis preferensi konsumen di bidang pangan. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, menegaskan komitmen kedua pihak untuk terus memperluas ruang kolaborasi.
Sebagai salah satu land-grant research universities unggulan dalam sistem University of California, UC Davis memiliki rekam jejak panjang dalam riset pertanian, pangan, lingkungan, dan kesehatan hewan. Dari total sekitar 40.800 mahasiswa, terdapat kurang lebih 170 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di kampus tersebut.
UC Davis juga telah menjalin kemitraan strategis dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema co-funding, mencakup pembiayaan beasiswa dan program riset bersama antara para profesor UC Davis dengan universitas serta lembaga penelitian di Indonesia.
Kedua pihak membahas peluang baru untuk memperluas kerja sama di bidang Sains, Teknologi, Engineering, Matematika, dan Medicine (STEMM). Sejumlah topik yang diidentifikasi sebagai prioritas meliputi smart agriculture, perikanan budidaya (aquaculture), riset kopi dan kakao, serta penelitian di bidang kecerdasan buatan (AI).
Salah satu bentuk kolaborasi yang saat ini sedang berjalan adalah riset pemuliaan bibit sapi unggul antara IPB University dan UC Davis, yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan peternakan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI meninjau UC Davis Coffee Center, pusat riset komprehensif yang mengkaji rantai industri kopi dari hulu ke hilir—mulai dari seleksi bahan baku, proses pascapanen, uji cita rasa, hingga pemetaan preferensi konsumen global. UC Davis juga memperkenalkan kerja sama riset kakao yang dijalankan bersama MARS, Inc., perusahaan cokelat terbesar di dunia yang memiliki kebun kakao di Sulawesi. Indonesia melihat peluang besar bagi kolaborasi riset cocoa yang dapat meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing ekspor kakao Indonesia ke pasar Amerika Serikat.
Dalam mendukung kerja sama riset bersama, UC Davis menyampaikan kesiapan untuk memobilisasi pendanaan dari berbagai lembaga internasional seperti Global Environment Facility (GEF), Bezos Foundation, dan Gates Foundation, yang nantinya akan disinergikan dengan pendanaan LPDP melalui skema co-funding. Pendekatan ini diharapkan mempercepat terciptanya riset berkualitas tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat di kedua negara.
Kunjungan Dubes RI ke UC Davis merupakan momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia–Amerika Serikat di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Selama ini, kedua negara telah menjalin hubungan erat melalui perdagangan komoditas pertanian, pertukaran pengetahuan, serta kolaborasi riset antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta.
Amerika Serikat merupakan salah satu mitra utama Indonesia dalam pengembangan teknologi pertanian modern, sistem pangan berkelanjutan, dan inovasi akademik. Kolaborasi dengan universitas riset seperti UC Davis menjadi fondasi penting bagi upaya Indonesia meningkatkan daya saing sektor agrikultur, memperkuat ketahanan pangan, dan mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi di bidang pertanian, peternakan, dan teknologi pangan.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan institusi pendidikan dan riset terkemuka di Amerika Serikat. Melalui kolaborasi yang lebih erat, kedua negara diharapkan dapat terus mendorong inovasi dan menghasilkan terobosan yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
***



