Jumat, 2 Januari 2026

APHI dan Fakultas Kehutanan USU Bahas Transformasi Industri Kehutanan Nasional

Latest

- Advertisement -spot_img

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Soewarso melakukan pertemuan dengan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara, Rudi Hartono, guna membahas tantangan dan arah masa depan industri kehutanan Indonesia.

Pertemuan ini menekankan pentingnya transformasi kehutanan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan. Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi antara akademisi dan praktisi guna mempererat kolaborasi dan sinergi demi kemajuan industry kehutanan di Indonesia.

Kunjungan APHI ke Fakultas Kehutanan USU ini turut didampingi oleh Sekretaris Jenderal APHI Purwadi Soeprihanto serta Wakil Ketua Komite Humas dan Kerja Sama APHI Trisia Megawati pada Senin (22/12/2025) di Kampus Kwala Bekala Deli Serdang.

Dalam diskusi tersebut, Soewarso menegaskan bahwa industri kehutanan saat ini berada pada fase transisi. “Model bisnis berbasis kayu semata dinilai semakin terbatas, sementara hutan tanaman industri (HTI) masih menyimpan potensi meski menghadapi tantangan konflik sosial dan tata Kelola,” jelas Soewarso.

Ke depan, Soewarso menambahkan, industri kehutanan perlu dikembangkan melalui diversifikasi usaha, antara lain jasa karbon, hasil hutan bukan kayu, serta komoditas seperti kopi, kakao, dan vanila dengan pendekatan lanskap berskala besar yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain itu, isu manajemen kebencanaan dan rekonfigurasi pengelolaan hutan alam menjadi perhatian utama, termasuk percepatan penanaman kayu pertukangan sebagai solusi jangka panjang. APHI juga membuka ruang kolaborasi yang lebih erat dengan kalangan akademisi untuk memperoleh masukan berbasis riset, termasuk dalam penyelesaian konflik HTI dan penguatan daya saing industri kehutanan nasional melalui dialog berkelanjutan dengan kementerian terkait,” imbuh Soewarso.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan USU, Rudi Hartono, menyampaikan komitmen akademisi untuk berkontribusi aktif dalam perumusan kebijakan kehutanan yang tepat sasaran, efektif, dan berbasis prinsip pengelolaan hutan lestari.

“Isu konservasi, perubahan iklim, dan karbon menjadi agenda penting yang harus terus dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat. Tranformasi pengelolaan hutan menuju multiusaha usaha kehutanan menjadi sebuah keniscayaan ke depan. Kami terbuka dalam berdiskusi dengan berbagai pihak terutama praktisi guna kemajuan industri kehutanan,” tambah Rudi.

Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow APHI untuk menjaring perspektif akademisi dalam merumuskan arah pembangunan sektor kehutanan Indonesia agar lebih berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles