Komda APHI Papua Barat dan Papua Barat Daya Apresiasi Kolaborasi PT Kesatuan Mas Abadi-Yonif TP 808/MM Cegah Karhutla

Latest

- Advertisement -spot_img

Komisariat Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (Komda APHI) Papua Barat dan Papua Barat Daya mengapresiasi kegiatan sosialisasi penyadartahuan dan peningkatan kapabilitas pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang diselenggarakan PT Kesatuan Mas Abadi bersama Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 808/Mbaham Matta di Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapan personel TNI dalam menanggulangi karhutla sekaligus memperkuat kesadaran pemerintah distrik, kepala kampung, tetua marga, dan masyarakat di wilayah Bomberay dan Tomage.
Ketua Komda APHI Papua Barat dan Papua Barat Daya Haryoto mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla di tingkat tapak.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PT Kesatuan Mas Abadi bersama Yonif TP 808/MM. Peningkatan kapabilitas personel dan penyadartahuan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” kata Rudi Paus Paus Kepala Distrik Tomage, pada saat membuka Acara tersebut.

Menurut Beliau, pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak karena kebakaran tidak mengenal batas wilayah administratif maupun areal kerja perusahaan. Koordinasi antara perusahaan, TNI, pemerintah distrik, aparat kampung, tokoh adat, dan masyarakat diperlukan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditangani.

Pak Rudi mengatakan kepala kampung dan tetua marga memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan pencegahan karhutla kepada masyarakat. Pendekatan yang memperhatikan kondisi sosial dan karakteristik wilayah setempat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat.

“Pencegahan akan lebih efektif apabila seluruh pihak memiliki pemahaman, kepedulian, dan langkah yang selaras. Komunikasi serta pertukaran informasi harus terus diperkuat agar respons lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.
Agenda kegiatan mencakup pemberian materi dan peningkatan kapabilitas personel TNI dalam penanggulangan karhutla serta sosialisasi kepada instansi distrik, kepala kampung, tetua marga, dan masyarakat Bomberay dan Tomage.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan risiko kebakaran, deteksi dini, keselamatan personel, penggunaan peralatan, komunikasi lapangan, serta koordinasi dalam operasi pemadaman.
Camp Manager PT Kesatuan Mas Abadi Hengki, mengatakan perusahaan berupaya berbagi pengetahuan dan pengalaman lapangan agar seluruh unsur yang terlibat mempunyai pemahaman yang sama mengenai tahapan pencegahan dan penanganan karhutla.

“Penanganan karhutla membutuhkan kecepatan informasi, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi yang baik. Semakin cepat indikasi kebakaran diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah api meluas,” kata Hengky.
Menurut dia, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran telah terjadi. Pemantauan kondisi lapangan, patroli, pemeriksaan sumber air, kesiapan peralatan, dan komunikasi dengan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama selama periode rawan kebakaran.

PT Kesatuan Mas Abadi juga mendorong upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai risiko penggunaan api, dampak karhutla terhadap kesehatan dan lingkungan, serta pentingnya segera menyampaikan informasi apabila menemukan asap atau indikasi kebakaran.
Hengki menambahkan bahwa keterlibatan personel TNI dapat memperkuat koordinasi dan respons di lapangan, khususnya pada wilayah dengan akses terbatas atau lokasi yang membutuhkan pengerahan personel secara cepat.

Komandan Yonif TP 808/MM Letkol Inf Ahmad Nasudin, M.Tr.Mil. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi PT Kesatuan Mas Abadi dalam memberikan materi serta mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan personel dalam pencegahan dan pengendalian karhutla.
“Kami mengapresiasi kolaborasi PT Kesatuan Mas Abadi dalam mendukung peningkatan kapabilitas personel. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini menjadi bekal penting dalam membantu pencegahan serta penanggulangan karhutla di lapangan,” kata Ahmad.

Menurut dia, personel TNI tidak hanya perlu siap membantu ketika kebakaran terjadi, tetapi juga dapat berperan dalam membangun kesadaran masyarakat dan memperkuat pencegahan sejak dini.
Keterlibatan pemerintah distrik, kepala kampung, tetua marga, dan masyarakat juga dinilai penting karena mereka memahami kondisi wilayah serta dapat menjadi sumber informasi awal ketika muncul indikasi kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, Danyonif TP 808/MM memberikan apresiasi kepada PT Kesatuan Mas Abadi atas kolaborasi dalam mendukung peningkatan kesiapsiagaan dan kapabilitas personel menghadapi karhutla di wilayah Tomage dan sekitarnya.

Kolaborasi Komda APHI Papua Barat dan Papua Barat Daya, PT Kesatuan Mas Abadi, Yonif TP 808/MM, pemerintah distrik, tokoh adat, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pencegahan di tingkat tapak, mempercepat penanganan setiap indikasi kebakaran, serta melindungi masyarakat dan lingkungan di wilayah Bomberay dan Tomage dari dampak karhutla.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles