Riau Jadi Contoh Kolaborasi Water Sharing untuk Lindungi Gambut dan Kurangi Emisi Karbon

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mendorong pengelolaan tata air yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha. Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat ke area operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, Kamis (19/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Jumhur meninjau penerapan sistem water sharing atau berbagi air yang dirancang untuk menjaga kelembapan lahan gambut, baik di dalam wilayah konsesi perusahaan maupun pada lahan milik masyarakat di sekitarnya. Menurutnya, keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada pengelolaan air yang terintegrasi dan menjangkau seluruh bentang gambut.

“Kita melihat mitigasi bencana kebakaran lahan melalui kolaborasi antara korporasi dan masyarakat. Water sharing ini memastikan lahan gambut tetap terairi, tidak hanya di kawasan konsesi tetapi juga di kawasan masyarakat,” ujar Jumhur.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan hidrologi gambut dilakukan dengan membagi kawasan ke dalam sejumlah zona berdasarkan kesamaan elevasi lahan. Pendekatan tersebut memungkinkan pengaturan air berlangsung lebih efektif melalui pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal serta pemantauan tinggi muka air secara berkala.

Selain meninjau infrastruktur tata air, Menteri Jumhur juga melihat langsung operasional menara pemantauan gas rumah kaca yang digunakan untuk mengukur emisi karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) secara real-time. Data yang dihasilkan dari sistem tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pengelolaan gambut dan pengendalian perubahan iklim yang berbasis sains.

Menurutnya, keterbukaan data dan dukungan riset ilmiah menjadi faktor penting dalam memperkuat strategi nasional untuk menjaga fungsi ekologis gambut sekaligus menekan emisi karbon dari sektor lahan.

Presiden Direktur PT RAPP Sihol Aritonang menyatakan perusahaan berkomitmen mendukung agenda lingkungan nasional melalui pengelolaan gambut yang berkelanjutan dan penguatan penelitian di bidang lingkungan.

“RAPP berkomitmen mendukung agenda lingkungan nasional, termasuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan pencegahan kebakaran. Kami juga mendukung pengembangan riset terkait pengelolaan gambut tropis dan pengukuran emisi sebagai landasan kebijakan berbasis sains,” kata Sihol.

Kunjungan kerja tersebut juga mencakup peninjauan instalasi energi surya berkapasitas total 50 megawatt yang dibangun di atas area bekas tempat pembuangan akhir yang telah ditutup. Pemanfaatan lahan tersebut dinilai menjadi contoh penerapan energi terbarukan sekaligus optimalisasi ruang yang mendukung pembangunan rendah karbon.

Melalui penguatan tata kelola air gambut, pemanfaatan teknologi pemantauan emisi, serta pengembangan energi bersih, KLH/BPLH berharap upaya pengendalian karhutla dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca nasional.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles