Menjembatani Budaya: Kolaborasi Museum Indonesia dan Amerika

Latest

- Advertisement -spot_img

Kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Amerika Serikat kian menunjukkan arah strategis, khususnya di sektor permuseuman. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tahun 2023, antara Museum dan Cagar Budaya Indonesia dan National Museum of Asian Art (NMAA), Smithsonian Institution di Washington DC, menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas museum Indonesia melalui pertukaran pengetahuan, praktik terbaik, dan program bersama.

Implementasi nyata MoU ini hadir melalui Museum Capacity Building Workshop pada 22–26 Juni 2026 yad, di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 30 peserta dari berbagai institusi, termasuk Museum Nasional Indonesia, Galeri Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia, Museum Basoeki Abdullah, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, Museum Balai Kirti (Museum Kepresidenan RI), Laboratorium Konservasi, Unit Pengelolaan Cagar Budaya wilayah Banten, Jawa Barat, Sumatra, serta Indonesian Heritage Agency (IHA).

Lokakarya akan membahas isu kunci, seperti pengembangan pameran, konservasi berbasis riset, pemanfaatan teknologi digital, dan strategi peningkatan keterlibatan publik.

Tim NMAA yang hadir langsung dari Washington DC, akan membawa keahlian lintas bidang: Dr. Emma Stein akan membagikan perspektif kuratorial dan kajian seni Asia Tenggara berbasis riset historis; Erin Bryan fokus pada strategi pengembangan audiensi dan peningkatan pengalaman pengunjung museum; Hutomo Wicaksono berperan dalam memperkuat kemitraan internasional serta menjembatani kolaborasi lintas institusi; sementara Jenifer Bosworth akan berbagi praktik terbaik dalam pemanfaatan media digital, termasuk pengembangan konten dan strategi perluasan akses publik secara daring.

Selain di Jakarta, delegasi juga akan mengunjungi Puro Mangkunegaran di Surakarta, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Art-Jog di Yogyakarta.

Dalam pertemuan di Smithsonian Instituition, 11 Juni 2026, Duta Besar RI Indroyono Soesilo menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian penting dari diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Direktur NMAA Dr. Chase Robinson menambahkan bahwa kolaborasi ini bertujuan menjadikan museum sebagai ruang hidup yang dinamis—menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, sekaligus memperluas akses lintas budaya melalui pengetahuan dan teknologi.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles