Rabu, 25 Maret 2026

Korea Selatan Gandeng Diplomat Dunia, Soroti Peran Hutan Hadapi Krisis Iklim

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Forest Service bekerja sama dengan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO) menggelar peringatan Hari Hutan Internasional 2026 dengan melibatkan para duta besar dari berbagai negara di kawasan hutan Demilitarized Zone (DMZ) di Paju, pada 19 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya global meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan dalam mendukung ekonomi dan mengatasi krisis iklim.

Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta tersebut melibatkan pejabat pemerintah, perwakilan kementerian, duta besar dari 13 negara, akademisi, serta generasi muda rimbawan. Para peserta berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan hutan berkelanjutan serta potensi ekonomi berbasis sumber daya hutan.

Menteri Kehutanan Korea Selatan, Park Eunsik, menegaskan bahwa hutan memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. “Hutan memainkan peran penting dalam menghadapi krisis iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Momentum Hari Hutan Internasional harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk semakin peduli terhadap keberlanjutan hutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem hutan di tengah tekanan perubahan iklim global.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti berbagai rangkaian acara, mulai dari pemutaran video mengenai nilai ekonomi hutan, presentasi dari rimbawan muda terkait inovasi ekonomi berbasis hutan, hingga diskusi antarnegara mengenai kerja sama kehutanan. Para duta besar juga memaparkan potensi hutan di negara masing-masing serta peluang kolaborasi internasional.

Selain diskusi, peserta turut merasakan langsung manfaat hutan melalui berbagai aktivitas seperti eksplorasi kawasan DMZ, workshop kerajinan kayu, serta pengenalan produk berbasis hasil hutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa hutan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkontribusi pada aspek sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.

Peringatan Hari Hutan Internasional yang jatuh setiap 21 Maret tahun ini mengusung tema “Forests and Economies”, yang menekankan pentingnya hutan sebagai aset utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen global dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mengoptimalkan manfaat ekonominya secara berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles