Indonesia secara resmi menutup Paviliun COP30 di Belém, Brasil, sekaligus menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat tata kelola karbon berintegritas tinggi sebagai fondasi pencapaian Net Zero. Pernyataan penutupan disampaikan oleh Ary Sudijanto, Deputi Bidang PPI dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Kepala BPLH.
Dalam pernyataannya, Ary Sudijanto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Brasil, Sekretariat UNFCCC, serta seluruh mitra, delegasi, dan pengunjung yang berkontribusi pada kesuksesan Paviliun Indonesia. Ia menegaskan bahwa paviliun tersebut menjadi platform diplomasi strategis untuk menampilkan kontribusi konkret Indonesia dalam penurunan emisi global melalui tata kelola karbon yang kredibel dan transparan.
Selama dua minggu penyelenggaraan, Paviliun Indonesia mencatat keterlibatan publik yang kuat: lebih dari 5.000 pengunjung, lebih dari 50 sesi diskusi dengan lebih dari 60 pembicara nasional dan internasional, kolaborasi dengan lebih dari 100 mitra dan sponsor, serta lebih dari 20 pertemuan bilateral yang mendorong kerja sama di bidang aksi iklim, kehutanan, dan pembangunan berkelanjutan.
Hingga hari penutupan, Paviliun mencatat 44 proyek kredit karbon dan 28 pengusul proyek, dengan minat pembelian dan investasi mencapai 2.754.680 ton CO₂e. Angka tersebut berasal dari 12 proyek—delapan di sektor energi, tiga di sektor FOLU, dan satu di sektor pengelolaan sampah. Inisiatif Carbon Connection semakin menunjukkan bahwa Indonesia telah bergerak melampaui tahap negosiasi menuju implementasi, membuka akses pembiayaan iklim bagi upaya mitigasi–adaptasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Sepanjang COP30, Kementerian Kehutanan menyelenggarakan delapan sesi unggulan yang mencakup:
- Perhutanan Sosial
- Komitmen Hutan Adat
- Pengendalian Kebakaran Hutan
- World Mangrove Center
- Multiusaha Kehutanan (MUK)
- Pasar Karbon Sukarela (VCM)
- Pengembangan Hutan Tanaman
- International Tropical Peatlands Centre (ITPC)
Setiap sesi memperkuat komitmen Indonesia untuk menjaga tata kelola hutan yang berintegritas tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Indonesia mengundang para mitra global untuk kembali berkumpul di Paviliun Indonesia pada COP31 di Anatolia, Türkiye, tahun 2026, untuk terus memperkuat kolaborasi, aksi nyata, dan inovasi dalam mencapai Net Zero.
***



