Jumat, 2 Januari 2026

Sejarah Perjuangan Taruna Akademi Militer Yogya, Abadi di Pracimantoro

Latest

- Advertisement -spot_img

Sebuah monumen di Pracimantoro, Wonogiri – Jawa Tengah, selesai dipugar. Bukan sekadar merenovasi, namun juga menengok kembali sejarah perjuangan para taruna Akademi Militer – Yogya yang gugur di sana, 77 tahun silam.

Kini, nama-nama taruna muda yang berjuang di Pracimantoro, penerima penghargaan Satya Lencana Gerakan Operasi Militer – 1 (GOM-1) dari negara, terukir abadi dalam monumen perjuangan tersebut.

Adalah Ikatan Keluarga Akademi Militer Yogya (IKAM-Yogya) dan Koramil-13/Pracimantoro yang telah bekerja sama merampungkan pemugaran Monumen Perjuangan Taruna tersebut.

Menurut Ketua IKAM-Yogya, Laksmi A Sayidiman S., Monumen Perjuangan Taruna di Pracimantoro merupakan pengingat abadi akan Pertempuran Pracimantoro pada 4 Oktober 1948. Pertempuran heroik yang menjadi bagian dari operasi penumpasan Pemberontakan PKI-Muso/Madiun.

Menurut Dewan Pengawas IKAM-Yogya, Indroyono Soesilo, pertempuran ini bermula dari perintah Presiden Soekarno, yang memerintahkan untuk “Rebut kembali Madiun”, pada 19 September 1948. Tentara Nasional Indonesia (TNI) langsung menggerakkan Kesatuan Reserve Umum (KRU), termasuk tiga kompi Pasukan Akademi Militer Yogya, yang bergabung dengan Pasukan Siliwangi.

Satu kompi taruna, dibawah komando Batalyon Nasuhi – Siliwangi, bergerak menuju Pacitan via Wonosari dan Pracimantoro. Di jalur inilah, tepatnya di selatan Pracimantoro, dekat Desa Gudang dan Telaga Timbang, pertempuran pecah pada 4 Oktober 1948. Pasukan taruna dihadang oleh gerombolan “Pasukan Merah” yang kekuatannya jauh lebih besar dan dilengkapi persenjataan berat, termasuk senapan mesin.

Dalam baku tembak yang sengit itu, dua taruna gugur. Vaandrig Cadet Hardo Sumeru, yang berada di barisan terdepan, langsung tewas tertembak. Sementara Vaandrig Cadet Anto Soegiarto terus melawan hingga peluru pistolnya habis sebelum akhirnya ikut gugur.

Vaandrig Cadet Harsojo terluka parah. Wajahnya bersimbah darah, membuatnya dikira telah tewas. Namun, warga setempat menemukannya masih hidup dan merawatnya hingga pulih. Harsojo, yang kemudian menjadi Mayor Jenderal TNI, dikenal sebagai salah satu Bapak Korps Artileri TNI-AD.

Sebagai penghormatan, nama Hardo Sumeru diabadikan sebagai nama laboratorium fisika di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Nama Anto Soegijarto dipakai untuk nama laboratorium elektronika di Akmil – Magelang dan menjadi nama jalan di Pracimantoro. Sementara nama Harsojo disematkan pada sebuah gedung di Pusat Kesenjataan Artileri Medan TNI-AD.

“Seluruh Taruna Akademi Militer Yogya yang terlibat dalam operasi ini mendapat anugerah Satya Lencana Gerakan Operasi Militer-1 (GOM-1) dari negara,” ujar Indroyono saat memimpin Upacara Selesainya Pemugaran Monumen Perjuangan Taruna di Pracimantoro, Ahad, 7 September 2025.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Edi Ristriyono, menceritakan kenangannya akan pertempuran di Pracimantoro 1948.

Kakeknya dulu ikut menjadi korban keganasan gerombolan PKI Muso. Kakeknya, sebagai salah satu lurah di wilayah sekitar Pracimantoro ini, berikut seluruh perangkat desanya, ditangkap dan dikubur hidup-hidup. “Akibat itu, saya dan keluarga sangat kehilangan”, kenangnya.

Atas memori tadi, Letkol Edi bertekad akan terus menjaga monumen perjuangan taruna di Pracimantoro, sebagai pengingat bahwa terdapat keteladanan dari mereka yang mau berjuang menjaga setiap jengkal negara ini.

“Kalau perlu, monumen di Pracimantoro ini dapat masuk ke dalam kurikulum Akademi Militer Magelang, agar sejarah perjuangan ini bisa lestari dan diteladani,” jelasnya.

Monumen Perjuangan Teruna di Pracimantoro yang dipugar ini, mengabadikan nama-nama taruna yang gugur, terluka, dan yang berjuang dalam operasi tersebut.

Sebuah pemugaran yang bukan sekadar memperbaiki fisik, tapi juga merawat ingatan kolektif bangsa akan perjuangan heroik para taruna muda. Sebagaimana kutipan Bung Karno: “Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati jasa para pahlawannya”. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles