Senin, 15 Juli 2024

Wow! Rotan Manau Ternyata Miliki Khasiat Medis, Mampu Meregenerasi Tulang

Latest

- Advertisement -spot_img

Rotan dikenal sebagai hasil hutan bukan kayu yang banyak dimanfaatkan untuk mebel. Siapa yang sangka, ternyata rotan, khususnya rotan manau (Calamus manan Mig.) memiliki khasiat di bidang medis.

Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya dan Kehutanan (PR KTKRK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andes Hamuraby Rozak mengatakan, rotan manau memiliki potensi sebagai bahan untuk meregenerasi tulang (bone regeneration).

BRIN telah menjalin kerja sama dengan PT Bambu Nusa Verde untuk mengonservasi rotan manau.

“Peneliti kami sudah berhasil menguasai teknik perbanyakan rotan manau sesuai persyaratan yang diajukan pengguna. Sehingga, diharapkan kebutuhan bahan baku untuk industri medis dengan tujuan bone regeneration bisa kita penuhi, tanpa menyebabkan penurunan populasi yang mengarah pada kelangkaan,” ungkapnya, dikutip dari laman BRIN, Jumat 10 November 2023.

Direktur PT Bambu Nusa Verde Mark Alfons Peeters menjelaskan, hasil penelitian di Italia tentang penggunaan rotan manau dapat menggantikan tulang manusia yang rusak.

Selain itu, kebutuhan rotan manau untuk greenbone sekitar 5.000 sampai 20.000 batang.

“Hasil riset medis kolega di Italia berhasil menemukan greenbone, yaitu rotan manau sebagai alternatif titanium yang selama ini digunakan untuk mengganti tulang manusia yang rusak, karena ukurannya yang besar (lebih dari 6,5 sentimeter) menyerupai ukuran tulang manusia,” ungkap Mark.

Sementara itu, Peneliti Ahli Utama PR KTKRK Sutiyono mengungkapkan, rotan manau merupakan rotan premium asal hutan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama pada sektor industri furnitur.

Hal ini karena rotan manau memiliki ukuran diameter batang yang besar dan panjang.

“Rotan manau memiliki sifat kayu kuat dan lentur. Sifat unggul inilah yang membuatnya banyak dieksploitasi secara berlebihan, sehingga menjadi langka,” ujar Sutiyono.

Penelitiannya bersama BRIN dan KLHK selama ini menemukan bahwa jenis rotan manau yang terbaik berasal dari Taman Nasional Siberut.

Untuk itu, dilakukan pengelolaan bersama masyarakat, untuk meningkatkan produksi rotan manau di area in situ maupun pembibitan di Yogyakarta.

_________

Lugi Hartanto dari Balai Taman Nasional Siberut mengatakan, program kemitraan konservasi Pemberian Akses Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Rotan Manau menjadi program sangat penting bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Siberut.

Program ini sangat dirasakan masyarakat Mentawai, khususnya suku Mentawai, dalam peningkatan ekonomi sebagai salah satu daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal di Indonesia. ***

More Articles