Senin, 5 Januari 2026

Telkom Hitung Jejak Karbon dan Kompensasi Emisi Digiland 2025 Lewat Aksi Nyata Lingkungan

Latest

- Advertisement -spot_img

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan menghitung dan mengompensasi jejak karbon dari pelaksanaan Digiland 2025, perhelatan tahunan terbesar TelkomGroup.

Acara yang digelar dengan berbagai aktivitas seperti Digiland Run, Digiland Music, hingga Kuliner Nusantara dan Pasar UMKM ini tidak hanya berfokus pada hiburan dan inovasi digital, tapi juga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Dalam siaran resminya, Telkom menyebutkan bahwa mereka menggandeng platform Jejakin untuk menghitung total emisi karbon yang dihasilkan selama acara berlangsung.

Hasil perhitungan menunjukkan total emisi mencapai 144.043,62 kgCO₂e, berasal dari empat sumber utama: penggunaan venue dan akomodasi, konsumsi makanan dan minuman, transportasi, serta pengelolaan sampah.

“Melalui Digiland 2025, TelkomGroup ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi bagian integral dari setiap kegiatan perusahaan,” ujar Ahmad Reza, SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom.

Untuk mengimbangi dampak karbon tersebut, Telkom memperkirakan dibutuhkan sekitar 15.969 pohon mangrove dengan masa hidup tiga tahun.

Namun demikian, TelkomGroup justru telah melampaui target tersebut dengan aksi konservasi lingkungan sepanjang tahun 2025, antara lain:

  • Penanaman 56.800 pohon mangrove,
  • Penanaman 47.900 pohon multipurpose tree species (MTPS) untuk penghijauan dan pemulihan ekosistem,
  • Penurunan 170 substrat terumbu karang di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa Telkom tidak hanya berusaha menetralkan jejak karbon, tetapi juga aktif memulihkan ekosistem secara lebih luas,” lanjut Ahmad Reza.

Dari sisi sosial, Digiland Run juga menghadirkan inovasi berdampak.

Tahun ini, setiap 1 kilometer yang ditempuh oleh peserta akan dikonversi menjadi 1 GB kuota internet yang disumbangkan untuk mendukung akses pendidikan di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

“Dengan pendekatan digital dan dampak sosial, Digiland menjadi simbol integrasi antara inovasi dan keberlanjutan,” kata Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, VP Sustainability Telkom.

CEO Jejakin, Arfan Arlanda, menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan prinsip Green Meetings dan memungkinkan Telkom merancang langkah-langkah kompensasi emisi yang lebih tepat sasaran.

“Data karbon yang kami sediakan membantu TelkomGroup merancang strategi keberlanjutan yang konkret dan berdampak nyata,” jelasnya.

Dengan kampanye lingkungan yang terukur, program sosial inovatif, dan dukungan terhadap transformasi digital hijau, TelkomGroup menegaskan bahwa keberlanjutan dan teknologi dapat berjalan berdampingan demi masa depan yang lebih baik. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles