Jumat, 2 Januari 2026

Proyek M4CR Catat Penanaman 20,8 Juta Batang Mangrove di Empat Provinsi

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan mencatat capaian rehabilitasi mangrove melalui Proyek Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) dengan total penanaman mencapai 20,8 juta batang sepanjang periode 2024 hingga 2025. Program ini dijalankan sebagai bagian dari penguatan ketahanan wilayah pesisir sekaligus aksi iklim berbasis alam di sejumlah provinsi prioritas.

Penanaman mangrove tersebut dilaksanakan di empat provinsi, yaitu Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur, dengan total luasan rehabilitasi mencapai 15.574 hektare hingga tahun 2025. Kementerian Kehutanan menempatkan kegiatan ini sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir yang terukur dan berkelanjutan, dengan mendorong keterlibatan aktif masyarakat setempat.

Kementerian Kehutanan menyatakan bahwa rehabilitasi mangrove tidak hanya ditujukan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.
“Penanaman mangrove melalui Proyek M4CR dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial ekonomi, terutama bagi masyarakat pesisir yang terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan,” demikian pernyataan Kementerian Kehutanan.

Pada tahun 2024, kegiatan rehabilitasi mangrove dilaksanakan di area seluas 13.307 hektare dengan jumlah tanaman mencapai 14.646.800 batang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.162.320 batang telah memasuki tahap pemeliharaan, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Riau. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 15.047 orang melalui berbagai skema partisipatif, termasuk penanaman langsung, Sekolah Lapang Rehabilitasi Mangrove, dan program Matching Grants.

Memasuki tahun 2025, penanaman mangrove dilanjutkan di area seluas 2.267 hektare yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Timur. Hingga pertengahan tahun, sebanyak 6.233.820 batang mangrove telah tertanam. Kementerian Kehutanan menyampaikan bahwa proses pemeliharaan dan pendataan keterlibatan masyarakat masih berlangsung dan akan diperbarui setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi selesai.

Menurut Kementerian Kehutanan, capaian Proyek M4CR menunjukkan konsistensi pemerintah dalam mendorong rehabilitasi mangrove berbasis komunitas.
“Pendekatan yang melibatkan masyarakat menjadi kunci agar rehabilitasi mangrove tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi berlanjut pada pengelolaan yang lestari,” ungkap pernyataan tersebut.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra pembangunan, serta masyarakat pesisir, Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan bagian integral dari strategi nasional menghadapi perubahan iklim, menjaga keanekaragaman hayati, dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir Indonesia.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles