Senin, 15 Juli 2024

Perusahaan Inggris Teken MoU Pembelian Produk Kayu Indonesia 112 Juta Dolar AS, Mendag Sebut Soal FLEGT-VPA

Latest

- Advertisement -spot_img

Dua perusahaan Inggris menandatangani nota kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) produk kayu dan kertas dari 10 perusahaan Indonesia dengan total nilai potensi dagang mencapai 112 juta dolar AS.

Penandatangan MoU tersebut disaksikan langsung Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di London, Inggris.

“Saya menyambut baik penandatanganan MoU antara perusahaan Indonesia dan Inggris senilai 112 juta. Produk-produk yang diminati perusahaan Inggris yaitu produk kertas dan produk kayu yang mencakup pintu, kusen pintu dan komponennya, serta pelapis dinding,” kata Mendag Zulkifli Hasan dalam keterangan yang diterima, Kamis 9 Maret 2023.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, Inggris merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia.

“Saya yakin banyak potensi kerja sama perdagangan dan ekonomi kedua negara yang masih bisa dikembangkan. Saya juga senang melihat produk kayu Indonesia terus diminati oleh masyarakat Inggris,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang sudah diolah Kemendag, pada 2022, total nilai perdagangan Indonesia dan Inggris mencapai 2,7 miliar dolar AS atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun 2021.

Tahun 2022, produk kayu merupakan salah satu komoditas utama ekspor Indonesia ke Inggris dengan nilai mencapai 177,8 juta dolar AS. Inggris menempati urutan ke-6 tujuan ekspor kayu Indonesia ke dunia.

Sementara itu, pada 2022, untuk produk kertas Indonesia ke Inggris sebesar59,8 juta dolar AS.

“Indonesia dan Inggris telah memiliki kesepakatan FLEGT-VPA. Hal ini membuktikan bahwa kayu Indonesia dipastikan legal dan berkelanjutan. Semoga seluruh upaya kita bermanfaat bagi perekonomian dan masyarakat kedua negara,” pungkas Mendag Zulkifli Hasan. ***

More Articles