Jumat, 23 Januari 2026

Menhut dan Menparekraf Sepakat Perkuat Kolaborasi untuk Wisata Alam Berkelanjutan

Latest

- Advertisement -spot_img

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyepakati langkah kolaboratif untuk memperkuat sinergi antara konservasi alam dan pengembangan wisata alam berkelanjutan. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan strategis lintas kementerian yang digelar di Jakarta, Senin (29/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). MoU ini akan menjadi payung hukum bagi pengembangan program konservasi dan pariwisata yang terintegrasi ke depan.

Salah satu poin penting dalam pembahasan adalah pemanfaatan dana hibah sebesar USD 4,7 juta dari Zayed Foundation, Uni Emirat Arab, yang akan dialokasikan untuk memperkuat konservasi spesies komodo dan ekosistem sekitarnya di kawasan wisata Labuan Bajo.

Dana ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat perlindungan satwa langka, tetapi juga mendukung pengembangan ekowisata yang berbasis konservasi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pembangunan wisata alam Indonesia harus meninggalkan pola pariwisata massal dan berpindah pada pendekatan ekowisata yang edukatif dan berkelanjutan.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan minat wisata alam harus dikelola dengan prinsip tanggung jawab dan keseimbangan ekologis.

“Tren wisata alam menggembirakan, tapi kita tidak boleh terjebak pada euforia. Pariwisata berbasis alam harus memberi manfaat bagi konservasi, bukan sebaliknya,” ujar Raja Antoni.

Menhut juga menyoroti pentingnya perbaikan tata kelola jalur pendakian pascainsiden kecelakaan di Gunung Rinjani. Ia mendorong evaluasi sistem perizinan, pemeringkatan tingkat kesulitan jalur, kuota pengunjung, hingga standar operasional prosedur (SOP) yang mengutamakan keselamatan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan standar keselamatan di destinasi wisata alam.

Ia menilai kerja lintas sektor diperlukan agar wisata alam Indonesia tidak hanya indah, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kejadian di Rinjani jadi alarm bagi kita semua bahwa aspek keselamatan harus jadi prioritas. Tim kerja lintas kementerian akan segera dibentuk untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan,” tegas Widiyanti.

Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada keberhasilan pelestarian alam. Oleh karena itu, kementeriannya siap bersinergi dengan sektor kehutanan dalam mengelola wisata berbasis konservasi di seluruh Indonesia. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles