Minggu, 16 Juni 2024

Kunjungan Wisatawan ke Kawasan Konservasi Melonjak, PNBP Meroket

Latest

- Advertisement -spot_img

Kunjungan wisata alam ke kawasan konservasi tercatat sebanyak total 5,29 juta orang pada tahun 2022. Jumlah tersebut terdiri atas 5,1 juta wisatawan domestik dan 189 ribu wisatawan mancanegara.

“Kondisi ini lebih tinggi atau meningkat hampir 2 kali lipat dibandingkan dengan data pada tahun 2021, dimana kunjungan wisatawan domestik 2,9 juta dan wisatawan mancanegara 12 ribu,” ujar Menteri LHK Siti Nurbaya di Jakarta, Jumat, 13 Januari 2023.

Berdasarkan jumlah kunjungan wisata alam tersebut, telah menghasilkan nilai PNBP dari pungutan masuk obyek wisata alam sebesar Rp96,7 miliar pada tahun 2022 dan sebesar Rp34,2 miliar pada tahun 2021.

Lebih lanjut, Menteri Siti menyampaikan jumlah kunjungan diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang.

Hal ini seiring dengan pengembangan obyek wisata alam, serta penerapan teknologi informasi sebagai media pemasaran/promosi serta kemudahan pelayanan melalui system E-Ticketing.

“Sistem ini juga sebagai upaya untuk penerapan pembatasan pengunjung atau kuota pengunjung, yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis daya dukung daya tampung kawasan konservasi untuk menjaga aspek konservasi alam,” katanya.

Selain memberikan kontribusi berupa PNBP kepada negara, Menteri Siti mengatakan pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam juga memberikan multiplier effect kepada masyarakat.

Dari sisi serapan tenaga kerja, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi telah memberikan lapangan kerja untuk setidaknya 4.000 orang.

Mereka terdaftar sebagai tenaga kerja para pemegang perijinan berusaha di kawasan konservasi.

Di samping itu, kegiatan wisata alam di kawasan konservasi juga telah menyediakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sebagai penyedia jasa makanan dan minuman, pemandu wisata dan penyedia cinderamata.

Hingga Desember 2022, masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai contoh, pada kurun waktu 2021 dan 2022 di Taman Nasional Rinjani terdapat peningkatan pelaku wisata alam yaitu tour operator yang melakukan usahanya meningkat dari 70 menjadi 109, guide meningkat dari 794 menjadi 3.907 orang, porter dari 1.841 menjadi 11.577 orang. ***

More Articles