Senin, 15 Juli 2024

Gelar Festival Hutan, Lampung Promosikan Ekonomi dan Ekologi Kehutanan

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Festival hutan untuk mempromosikan potensi ekonomi kehutanan yang ada di wilayah itu.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menjelaskan Provinsi Lampung akan terus memperluas tutupan hutan dengan cara meningkatkan kegiatan penanaman pohon.

“Kita harus menjaga kelestarian hutan, sebab ini menjadi tumpuan daerah karena mendukung secara ekonomi dan ekologis,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Bandarlampung, Senin, 3 Juli 2023.

Arinal mengatakan untuk menjaga kelestarian hutan di daerahnya, maka akan dilakukan gerakan penanaman pohon secara luas dan menyeluruh guna meningkatkan tutupan hutan.

“Akan dilakukan penanaman pohon di kabupaten dan kota, lalu instansi vertikal juga, semua wajib menanam pohon agar hutan yang rusak bisa kembali pulih dan kembali ke fungsinya,” katanya lagi.

Dia menjelaskan dalam upaya penghijauan dengan penanaman pohon secara luas tersebut, pemerintah daerah akan berfokus menanam tanaman Multipurpose Tree Species (MPTS).

“Jadi penanaman pohon ini akan berfokus ke tanaman yang multifungsi, seperti jengkol, durian. Kabupaten dan kota wajib menanam ini sebab tanaman ini akan memiliki manfaat yang banyak, saat berbuah bisa dinikmati, dijual, dan tanaman bisa menghijaukan lahan,” ujarnya pula.

Ia melanjutkan setiap daerah diharapkan dapat memperluas area tutupan hutannya lebih dari 30
persen untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan mengurangi kerusakan lingkungan.

“Jadi keinginannya hutan ini bisa terjaga dan dimanfaatkan secara ekonomi, tapi jangan dijadikan kekuasaan individu, kawasan hutan apabila dikuasai tanpa mempedulikan fungsi hutan akan berbahaya. Sehingga untuk itu setiap wilayah harus ada area hutan di kota juga harus ada hutannya,” katanya pula.

Menurut dia, di berbagai zona pemanfaatan tetap harus menjaga kelestarian ekologi, salah satunya dengan melakukan penanaman berselang antara tanaman keras dan tanaman perkebunan.

“Hutan produksi juga harus dijaga dengan cara ada selang 30 meter ditanam tanaman perkebunan
atau pertanian, namun ada juga tanaman yang menampung air serta menghijaukan kembali
lahan,” ujar dia lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Yanyan Ruchyansyah menjelaskan diadakannya kegiatan tahunan festival hutan menjadi salah satu wadah promosi bagi wisata konservasi yang ada di Lampung.

“Festival hutan kali ini adalah yang kedua kalinya dilaksanakan dan tujuannya masih tetap sama seperti tahun lalu yaitu sebagai ajang promosi potensi wisata hutan di Lampung,” ujar Yanyan Ruchyansyah.

Dia menjelaskan karena wisata dalam kawasan hutan adalah wisata yang menjual keindahan alam, maka diharapkan segala yang terdapat dalam kawasan hutan harus tetap terjaga.

“Wisata yang menjual keindahan alam ini tidak boleh rusak karena pemanfaatan tersebut. Sehingga kami ingin mendorong pengelolaan dengan bijak oleh pengelola dan menumbuhkan kesadaran dari wisatawan
untuk menikmati wisata yang berbeda dari wisata konvensional,” ucapnya.

Menurut dia, pihaknya kini tengah menyebarluaskan informasi mengenai karakteristik wisata hutan yang berlandaskan pada konsep konservasi, dimana aksesibilitas yang sulit menjadi suatu pengalaman bagi
wisatawan.

“Aksesibilitas yang sulit jangan dikeluhkan melainkan jadi daya tarik dimana menyajikan wisata petualang
kepada wisatawan, dan memiliki nilai ekonomis jauh lebih tinggi dari wisata konvensional,” tambahnya. ***

More Articles