Senin, 15 Juli 2024

KLHK: Rehabilitasi Hutan dan Lahan Tahun 2021 Seluas 203.386,58 Ha

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaporkan telah melakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 203.386,58 hektare sepanjang 2021 lalu.

Selain RHL yang berupa penanaman pohon, juga dilakukan kegiatan RHL yang berupa pembuatan bangunan sipil teknis.

Demikian dilaporkan Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung KLHK Dyah Murtiningsih saat Refleksi Akhir Tahun KLHK, Selasa 21 Desember 2021.

RHL 2021 seluas 203.386,58 hektare mencakup Rehabilitasi Hutan seluas 46.752 hektare; lalu ada Rehabilitasi Mangrove seluas 35.881 hektare yang dilakukan bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).

Kemudian ada Rehabilitasi Lahan seluas 67.138,73 hektare. “RHL ini berasal dari kegiatan Kebun Bibit Rakyat, Kebun Bibit, dan Persemaian Permanen,” kata Dyah.

Lalu ada juga kegiatan Rehabilitasi DAS seluas 11.709,85 hektare yang bersumber dari kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH).

Kemudian ada RHL yang dilakukan oleh oleh pemerintah Daerah seluas 41.905 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH).

Sementara untuk pembuatan bangunan sipil teknis terdapat 1.870 unit.

Rinciannya adalah Dam Penahan sebanyak 391 unit, Gully Plug 1.163 unit, ekohidrolika 14 unit, Sumur Resapan Air 113 Unit, dan Instalasi Pemanenan Air Hujan (IPAH) sebanyak 189 Unit.

Menurut Dyah, untuk Ekohidrolika, sumur resapan air dan IPAH yang dibangun sebenarnya merupakan model.

“Harapan kami nantinya akan direplikasi oleh masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk bisa mengembangkan bangunan konservasi tanah dan air di sekitar pemukiman,” kata Dyah.***

More Articles