Kemenhut Bekali 50 Penyuluh di Sulawesi Utara dengan Teknik Deteksi Dini dan Penanganan Karhutla

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas penyuluh kehutanan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Langkah ini dilakukan dengan membekali penyuluh kemampuan komunikasi persuasif, pemetaan wilayah rawan kebakaran, deteksi dini, hingga pelaporan kejadian karhutla.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyuluh Kehutanan Tahun 2026 bertema “Peran Penyuluh Kehutanan dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan” di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan melalui Pusat Penyuluhan Kehutanan itu diikuti 50 penyuluh dari berbagai unit pelaksana teknis dan instansi kehutanan di Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan Kemenhut, Wahju Rudianto, mengatakan penyuluh memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat tapak. Peran tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran.

“Oleh karena itu, penguatan kapasitas penyuluh menjadi kunci dalam mendorong pencegahan karhutla melalui peningkatan kesadaran, kesiapsiagaan, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Wahju dalam sambutannya.

Menurut Wahju, dampak karhutla tidak terbatas pada kerusakan hutan dan keanekaragaman hayati. Kebakaran juga dapat memengaruhi kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta kegiatan sosial dan ekonomi. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini membutuhkan keterlibatan masyarakat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Sebanyak 50 peserta bimtek berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Balai Taman Nasional Bunaken, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Manado, serta Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari sejumlah keterampilan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan awal karhutla. Materi mencakup teknik penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat, identifikasi kawasan rawan kebakaran, deteksi dini, sistem pelaporan, teknik pemadaman awal, serta keselamatan kerja.

Ferdinand Astoto dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan menyampaikan materi mengenai kebijakan dan strategi mitigasi karhutla. Sementara itu, Roimen Royanto Malau dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi atau Manggala Agni Daops Bitung memberikan materi teknis mengenai deteksi dini, pelaporan, pemadaman awal, dan keselamatan dalam penanganan kebakaran.

Bimtek juga membekali peserta dengan kemampuan komunikasi efektif melalui sesi motivasi bertajuk “Penguatan Peran Penyuluh Kehutanan melalui Komunikasi Efektif dalam Pengendalian Karhutla”. Sesi tersebut menghadirkan Agus Joko Purnomo untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam menyampaikan pesan pencegahan kepada masyarakat secara persuasif.

Kepala Pusat Penyuluhan Kehutanan, Wahju Rudianto, secara resmi membuka kegiatan bersama Kepala Bidang Penyuluhan, Pemberdayaan Masyarakat dan Hutan Adat Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Lucki Heintje Sualang, yang mewakili kepala dinas.

Penyelenggara turut mengukur peningkatan pengetahuan peserta melalui pre-test dan post-test. Peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman penerapan materi di wilayah kerja masing-masing.

Melalui penguatan kompetensi tersebut, Pusat Penyuluhan Kehutanan menargetkan penyuluh semakin siap menggerakkan pencegahan karhutla berbasis masyarakat. Penyuluh diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, meningkatkan kesiapsiagaan warga, serta membangun koordinasi antara pemerintah, pengelola kawasan, masyarakat, dan pihak terkait dalam pengendalian kebakaran di tingkat tapak.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles