Jumat, 24 Mei 2024

Blak-blakan Menteri LHK ke Wamenlu Norwegia Soal Capaian Pengurangan Emisi Karbon

Latest

- Advertisement -spot_img

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti mengungkapkan kemajuan kerja sama antara Indonesia dan Norwegia dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya/Forestry and Other Land Use (FOLU).

Hal itu disampaikan Menteri Siti saat menerima kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Norwegia, Andreas Motzfeldt Kravik di kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Selasa, 30 April 2023.

“Indonesia dan Norwegia memiliki hubungan yang kuat berdasarkan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling memberikan manfaat. Selama bertahun-tahun, kerja sama di bidang lingkungan hidup, kehutanan dan iklim telah berkembang,” kata Siti.

Pada tanggal 12 September 2022 yang lalu di Jakarta, Indonesia dan Norwegia menyepakati kemitraan baru yang diimplementasikan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dalam mendukung upaya Indonesia mengurangi emisi GRK dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.

MoU ini memperkuat upaya Indonesia dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Ruang lingkup kerja sama dalam MoU ini meliputi: (1) Pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan dengan melindungi dan mengelola hutan dengan partisipasi masyarakat, termasuk masyarakat adat; (2) Peningkatan kapasitas untuk memperkuat penyerapan karbon hutan alam melalui pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi hutan dan perhutanan sosial; (3) Konservasi keanekaragaman hayati; (4) Pengurangan emisi gas rumah kaca dari kebakaran dan dekomposisi lahan gambut; dan (5) Penguatan penegakan hukum.

Sebagai implementasi MoU tersebut, pada 19 Oktober 2022 di Jakarta telah ditandatangani Contribution Agreement (CA) mengenai Kontribusi Berbasis Hasil/Result-Based Contribution (RBC) Penurunan Emisi berdasarkan MoU Kemitraan dalam Mendukung Upaya Indonesia Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Kehutanan dan Penggunaan Lahan Lainnya.

CA tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Indonesia dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia.

“Kontribusi Berbasis Hasil fase ke-1 kerja sama ini menandai tonggak penting dalam perjalanan menuju pengelolaan lingkungan dan ketahanan iklim,” jelas Menteri Siti.

Berdasarkan CA yang ditandatangani pada Oktober 2022, Norwegia telah melakukan Result-Based Contribution (RBC) pertamanya kepada Indonesia, sejumlah 56 juta dolar AS pada tahun 2022. Hal tersebut merupakan pengakuan terhadap kinerja luar biasa Indonesia dalam mengurangi deforestasi dan degradasi hutan selama periode 2016 hingga 2017.

Indonesia dan Norwegia telah melakukan verifikasi independen terhadap Emission Reduction Report (ERR) Indonesia untuk pengurangan deforestasi dan degradasi hutan pada tahun 2017/2018 dan 2018/2019. Verifikasi tersebut merupakan rangkaian proses pembayaran kontribusi tahap dua dan tiga senilai 100 juta dolar AS, untuk periode tahun 2017/2018 dan tahun 2018/2019.

Pada 1 Desember 2023, Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Støre, mengumumkan result-based contribution sebesar 100 juta dolar AS untuk mendukung upaya Indonesia dalam mengurangi deforestasi di COP28 Dubai.

Pada 13 Desember 2023 telah dilaksanakan penandatanganan separate addenda CA BC for
Emissions Reductions (addendum Contribution Agreement) tahap 2 dan tahap 3 untuk periode tahun 2017/2018 dan 2018/2019 antara BPDLH dan Duta Besar Norwegia mewakili Kementerian Luar Negeri Norwegia.

Norwegia telah mentransfer RBC tahap 2 dan tahap 3 sebesar 100 juta dolar AS pada akhir Desember 2023 dan awal Januari 2024. Sehingga total dana RBC Norwegia sebesar 156 juta dolar AS telah direalisasikan.

Menteri Siti menyatakan, keberhasilan pemenuhan CA, yang didukung oleh pengurangan emisi dari penggunaan hutan dan lahan yang terverifikasi, menggarisbawahi manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Indonesia sesuai dengan kerangka tata kelola yang ada.

“Pencapaian ini harus dikelola dengan hati-hati, Indonesia membuktikan aksi iklimnya dengan hasil yang nyata, menggarisbawahi komitmen yang lebih dari sekadar janji. Dengan penurunan deforestasi yang signifikan, Indonesia memimpin upaya global dan tetap tegas dalam memastikan sektor kehutanan penggunaan lahan lainnya berkontribusi terhadap pengurangan emisi GRK nasional hingga sebesar 60 persen,” ungkap Menteri Siti.

Menteri Siti juga menyampaikan apresiasinya kepada Norwegia yang telah memotivasi Indonesia untuk lebih efektif lagi dalam upaya-upaya serius Indonesia dalam penurunan deforestasi dan degradasi hutan.

Menanggapi Menteri Siti, Wamenlu Kravik menyatakan bahwa, pihaknya mengagumi FOLU Net Sink 2030 yang ambisius.

_________

“Kita menandatangani MoU untuk mendukung FOLU Net Sink 2030, ini bukan MoU kosong. Kita berdua bertujuan untuk mewujudkan dan menerjemahkan MoU kami menjadi hasil yang dapat dicapai,” ucap Wamenlu Kravik.

Wamenlu Kravik juga menyatakan bahwa Norwegia mengakui Indonesia, tidak hanya sebagai pemimpin global dalam memerangi deforestasi namun juga pemimpin global dalam hal menjamin kelestarian keanekaragaman hayati. ***

More Articles